Saat musim panas, memang paling nikmat meneguk minuman yang segar semacam moktail (mocktail). Moktail masih sejenis dengan koktail (cocktail), hanya saja tanpa kandungan alkohol di dalamnya.
Jika kamu tertarik membuatnya sendiri, berikut ini adalah salah satu resep moktail yang saya rasa cukup mudah diracik di dapurmu.
Di Indonesia, seperti juga di negara lain, basa-basi memiliki akar yang kuat dalam tradisi sopan santun dan norma sosial. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pergeseran nilai, beberapa bentuk basa-basi yang dahulu dianggap sopan kini dipertanyakan oleh generasi muda. Contoh nyata adalah pertanyaan semacam “Kapan akan menikah?” atau “Jangan lupa bawa oleh-oleh, ya?” yang kerap dilontarkan di lingkungan keluarga atau pertemuan sosial.
Keluhan mengenai
pertanyaan-pertanyaan tersebut belakangan ini sering muncul di media sosial. Para
netizen muda menganggapnya tidak lagi relevan dengan gaya hidup saat ini dan
bahkan terkesan mengatur hidup mereka. Kritik ini mencerminkan adanya perubahan
kebutuhan komunikasi di era digital ketika individualitas dan privasi lebih
dihargai.
Selain itu,
perkembangan urbanisasi dan globalisasi juga memicu munculnya gaya komunikasi
baru yang menekankan keautentikan dan spontanitas, berbeda dengan ritual
komunikasi yang kaku di masa lalu.
Basa-basi atau
obrolan ringan (small talk) sering dianggap remeh yang hanya melibatkan
topik sepele. Namun, di balik kesederhanaannya terdapat fungsi sosial yang
sangat penting. Sejak Bronisław Malinowski memperkenalkan konsep komunikasi
fatik—yaitu komunikasi yang bertujuan membangun ikatan sosial melalui
pertukaran kata-kata yang tampak tidak informatif—basa-basi telah menjadi
elemen kunci dalam interaksi antarmanusia.
Obrolan ringan ini
berperan sebagai perekat hubungan sosial yang membantu menciptakan rasa
kebersamaan, mengurangi keheningan yang membuat canggung, dan bahkan
memfasilitasi transisi menuju diskusi yang lebih dalam.
Di era modern,
terutama dengan kemunculan teknologi digital dan globalisasi, praktik basa-basi
mengalami transformasi. Bentuk-bentuk tradisional yang pernah dianggap sopan
dan relevan kini sering dipertanyakan, terutama oleh generasi muda.
Antara Universalitas
dan Kekhasan Budaya
Meskipun tampak
remeh, basa-basi merupakan kegiatan metakomunikatif yang tidak hanya berfungsi
untuk mengisi kekosongan atau menghindari keheningan, tetapi juga sebagai alat
untuk membangun dan memelihara hubungan sosial. Secara universal, kebutuhan
untuk berkomunikasi dan merasakan kehangatan hubungan antarpribadi merupakan
aspek fundamental dalam kehidupan manusia. Berbasa-basi dapat mempermudah terbentuknya
interaksi awal dengan memberikan sinyal bahwa kedua pihak memiliki niat untuk
bersosialisasi secara positif.
Di sisi lain, bentuk,
isi, dan cara penyampaian basa-basi sangat dipengaruhi oleh konteks budaya dan sejarah.
Misalnya, di dalam beberapa budaya, topik-topik tertentu seperti cuaca,
olahraga, atau kegiatan akhir pekan sering dijadikan pembuka percakapan. Sedangkan
di budaya lain, pertanyaan personal yang terlalu mendalam bisa dianggap tidak
sopan.
Di Indonesia, tradisi
komunikasi yang kuat dan nilai-nilai kesopanan memiliki karakteristik
tersendiri. Meskipun ada norma untuk saling menyapa dan bertanya kabar,
generasi muda kini mulai mempertanyakan relevansi beberapa ungkapan yang selama
ini dianggap formal atau bahkan mengandung stereotipe. Mereka kini cenderung
tidak setuju lagi mendapat pertanyaan basa-basi, seperti “Mau pergi ke mana?”–dari
seorang penumpang yang duduk di jok sebelah dalam angkutan umum, “Lagi menyapu,
ya?”–yang dilontarkan seseorang pada saat mereka tengah membersihkan halaman
rumah, dan sebagainya.
Selain fungsi sosial
dalam konteks personal, basa-basimemiliki peran penting dalam dunia
profesional dan komersial. Dalam lingkungan kerja, obrolan ringan dapat
menciptakan suasana yang lebih ramah dan kolaboratif, sehingga meningkatkan
kepercayaan di antara rekan sejawat.
Di
tempat kerja, basa-basi sering digunakan sebagai pemecah kebekuan (ice
breaker) pada awal pertemuan atau dalam sebuah rapat resmi. Dengan
memberikan kesempatan bagi para kolega untuk saling mengenal secara informal,
suasana kerja menjadi lebih kondusif dan tim dapat bekerja sama dengan lebih
harmonis.
Dalam
hubungan bisnis, basa-basi berfungsi sebagai alat untuk membangun loyalitas
pelanggan. Ketika pelaku usaha memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara
personal dan hangat, mereka dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan
membuat mereka merasa lebih nyaman. Pada gilirannya, ini akan membantu
transaksi berhasil dan menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Teknologi
digital telah mengubah cara kita berkomunikasi. Basa-basikini juga
terjadi melalui media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform video call.
Meski formatnya berubah, esensi untuk menciptakan hubungan yang menyenangkan
dan membangun jaringan tetap sama.
Maka,
basa-basi adalah fenomena komunikasi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar
obrolan ringan. Basa-basimerupakan kegiatan metakomunikatif yang
mendasar untuk membangun ikatan sosial dan menjaga kohesi dalam interaksi
antarindividu.
Strategi komunikasi
yang adaptif dan sensitif terhadap perubahan generasi menjadi kunci untuk
memastikan bahwa basa-basitetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan
interaksi sosial di masa depan. Dengan memahami evolusi praktik komunikasi ini,
kita dapat merancang pendekatan yang lebih inklusif dan efektif dalam berbagai
situasi—baik dalam kehidupan pribadi, profesional, maupun lintas budaya.
Dalam dunia yang
semakin terhubung secara digital, fleksibilitas dalam berkomunikasi menjadi
kompetensi utama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyesuaikan bentuk
dan isi basa-basidengan dinamika zaman. Mengganti pertanyaan atau
ungkapan yang terkesan kaku dengan yang lebih relevan dan bersahabat, terutama
dalam konteks interaksi antargenerasi dan antarbudaya, akan membantu mengurangi
kesalahpahaman dan memperkuat hubungan sosial.
Sebagai alternatif,
alih-alih mengajukan pertanyaan “Kapan akan menikah” kepada keponakan yang
masih melajang, kita bisa bertanya “Apa rencanamu tahun ini?”. Frasa ini
bersifat terbuka dan menghormati pilihan lawan bicara untuk berbagi informasi
pribadi atau tidak.
Daripada meminta teman
“Jangan lupa bawa oleh-oleh, ya?”, lebih baik berkata “Selamat liburan. Ditunggu
cerita liburannya.” Dengan mengganti fokus dari barang (oleh-oleh) ke kisah
perjalanan, pertanyaan ini mengedepankan nilai momen dan pengalaman–sesuai
dengan gaya hidup anak muda yang lebih menghargai cerita daripada benda fisik.
Ketimbang “Mau pergi
ke mana?”, lebih baik diganti dengan “Ada rencana seru hari ini?” yang dapat
mengundang lawan bicara untuk berbagi cerita soal kegiatannya atau destinasi tujuan
tanpa harus menyebut “pergi” secara eksplisit.
Kita bisa bertanya,
“Wah, sedang sibuk, ini?”–yang lebih informal, tetapi positif–sebagai pengganti
pertanyaan “Lagi menyapu, ya?”.
Pertanyaan alternatif
ini pada dasarnya bermaksud lebih menghormati privasi dan otonomi orang lain.
Selain itu, pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat lebih terbuka sehingga memungkinkan
percakapan berlangsung lebih substansial dan tidak terlalu dangkal. Dengan kata
lain, basa-basi modern berfokus pada pembentukan hubungan nyata daripada hanya mengisi
ruang percakapan. Sebaliknya, pertanyaan basa-basi konvensional mungkin saat
ini dianggap mengganggu dan tidak berarti lagi, seolah pepesan kosong.
Pada akhirnya, basa-basi
bukan sekadar obrolan ringan semata. Ia merupakan cerminan nilai, norma, dan
identitas budaya yang terus berubah. Denagn demikian, basa-basi tetap menjadi
alat yang efektif dalam membangun dan memelihara hubungan antarindividu.
Gunakan format APA berikut jika kamu mengutip tulisan ini: Prayoga, E. A. (2025, March 03). Basa-basi Anak Muda: Menentang Konvensi, Membangun Koneksi. Blog Elga Ahmad. Diakses pada [tuliskan tanggal akses], dari https://blog.elga-ahmad.com/2025/02/dubbing-prancis.html.
Sulih suara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri televisi di banyak negara, termasuk di Prancis—juga di Indonesia. Praktik ini...
Sulih suara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri televisi di banyak negara, termasuk di Prancis—juga di Indonesia. Praktik ini sering kali dipilih untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Media Consulting Group, dalam risetnya pada 2007 silam, menunjukkan bahwa program yang disiarkan dalam versi asli dengan takarir (subtitle) dapat mengalami penurunan jumlah penonton sekitar 30%. Hal ini menandakan bahwa hampir sepertiga penonton mungkin tidak dapat memahami program dalam bahasa asing.
Sulih suara merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan, terutama sejak awal kehadiran sinetron impor—disebut juga 'telenovela'—di layar kaca, versi sulih suara telah menjadi standar penayangan. Menurut Thierry Le Nouvel, dalam bukunya Le Doublage et ses métiers, sekitar 60% produksi siaran televisi adalah produksi asing. Jika semua program tersebut disiarkan dalam bahasa aslinya, banyak penonton akan merasa kesulitan untuk mengikuti.
Sejarah sulih suara di Prancis, berakar dari kebutuhan untuk menyederhanakan komunikasi. Di era awal film bersuara, film dibuat dalam berbagai bahasa, termasuk juga di Prancis. Ketika televisi mulai berkembang, sulih suara menjadi solusi untuk mengatasi hambatan bahasa.
Namun, mengapa beberapa negara seperti Inggris dan negara-negara Skandinavia lebih memilih versi asli dengan subtitle? Menurut Thierry Le Nouvel, hal ini berkaitan dengan kedekatan budaya dengan bahasa Inggris. Negara-negara tersebut memiliki budaya yang lebih terbuka terhadap bahasa Inggris, sementara negara-negara Latin, termasuk Prancis, cenderung lebih nyaman dengan bahasa lokal.
Di Prancis, kebiasaan menonton program yang dialihsuarakan sudah dianggap lumrah dan menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan. Menayangkan program dalam versi asli bisa dianggap sebagai langkah yang berisiko secara rating penonton dan finansial. Meskipun demikian, media seperti Netflix dan beberapa platform streaming lainnya mulai menawarkan opsi bahasa asli dengan subtitel. Ini dapat memberikan pilihan kepada penonton yang lebih menyukai versi asli.
Kualitas sulih suara di Prancis juga mengalami peningkatan. Seiring dengan semakin bertambahnya permintaan akan konten berkualitas, perusahaan-perusahaan sulih suara berusaha untuk meningkatkan standar mereka. Christel Salgues, penanggung jawab alih suara di TFI—dikutip dalam artikel Pierre Langalis—menyatakan bahwa saat ini, pemilihan aktor suara dilakukan dengan lebih hati-hati untuk memastikan kesesuaian dengan karakter yang diperankan.
Meski demikian, sulih suara sering kali mendapat kritik. Beberapa orang menganggapnya sebagai bentuk penyensoran karena dapat mengubah dialog asli. Namun, menurut para ahli, hal ini lebih terkait dengan penyesuaian budaya dan peraturan penyiaran lokal, misalnya, sensor terhadap konten yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial di masyarakat.
Dengan berkembangnya teknologi, pilihan untuk menonton program dalam bahasa asli semakin mudah. Sistem multi-bahasa atau VM mulai diterapkan yang memungkinkan penonton untuk memilih bahasa yang diinginkan. Meski demikian, mayoritas penonton Prancis masih lebih memilih versi sulih suara, sehingga menjadikan sulih suara tetap relevan.
Di masa depan, dengan semakin terhubungnya dunia melalui internet, mungkin akan terjadi perubahan dalam preferensi penonton. Namun, hingga saat ini, sulih suara tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang di Prancis. Ini bukan hanya tentang memahami dialog, tetapi juga tentang kenyamanan dan kebiasaan menonton yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Gunakan format APA berikut jika kamu mengutip tulisan ini: Prayoga, E. A. (2025, February 06). Sekilas tentang Sulih Suara di Prancis. Blog Elga Ahmad. Diakses pada [tuliskan tanggal akses], dari https://blog.elga-ahmad.com/2025/02/dubbing-prancis.html.
Seperti juga pada tahun sebelum-sebelumnya, makan malam bersama merupakan sebuah tradisi di lingkungan tempat kerja saya menjelang akhir tah...
Seperti juga pada tahun sebelum-sebelumnya, makan malam bersama merupakan sebuah tradisi di lingkungan tempat kerja saya menjelang akhir tahun (pada bulan Desember) atau pada awal tahun ajaran (bulan Agustus atau September).
Ini juga biasanya menjadi saat yang tepat untuk memberikan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi kepada orang tertentu di tim kerja kami atau setidaknya kepada sekretaris. Dia memang yang biasanya juga mengurus keperluan untuk penyelenggaraan acara ini; seperti menawarkan opsi tanggal, memilih restoran, melakukan reservasi, menyebarkan undangan, menyusun acara, dan sebagainya. Untuk itu, antarkolega, kami secara kolektif akan patungan mengumpulkan sumbangan dan membelikannya kado.
sumber: wonderbox.fr
Adapun di Swiss, sebenarnya, besaran kontribusi atau patungan untuk pembelian hadiah ini biasanya beragam disesuaikan dengan konteks acara, hubungan kerja, jumlah kolega dalam satu tim, dan lain-lain. Berikut ini panduan sederhana berdasarkan pengalaman pribadi:
Hadiah kecil dari tim kecil (ulang tahun, perayaan akhir tahun, dsb.) : mulai CHF 10 s.d. 30 setiap orangnya.
Hadiah untuk perayaan besar (kolega yang keluar/pindah kerja, kelahiran anak, dsb.) : mulai CHF 30 s.d. 50 per orang
Hadiah untuk atasan : bisa hingga CHF 50 atau 100 per kolega jika jumlah orangnya sedikit.
January Dry atau Januari Kering adalah sebuah inisiatif untuk berhenti dari minum minuman beralkohol terutama sepanjang bulan Januari. Tant...
January Dry atau Januari Kering adalah sebuah inisiatif untuk berhenti dari minum minuman beralkohol terutama sepanjang bulan Januari. Tantangan ini idealnya mulai dilakukan persis pada keesokan hari setelah pesta perayaan malam tahun baru yang pada saat itu orang-orang memang biasanya paling banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Kampanye yang dalam bahasa Prancis dinamakan Janvier Sec ini sebenarnya bermula di Inggris pada 2013 silam, yang kemudian secara perlahan mulai juga diadopsi di berbagai negara di penjuru dunia. Saat ini, kegiatan tersebut telah menjadi salah satu gerakan internasional. Di Swiss sendiri, Januari Kering mulai dilakukan terutama oleh para generasi muda sejak awal tahun 2021 lalu. Sedangkan di Prancis, gerakan ini sudah dilaksanakan mulai satu tahun sebelumnya meskipun belum mendapatkan dukungan secara resmi dari pemerintahnya.
Selain tentunya tidak menyentuh sama sekali minuman beralkohol, para pegiat January Dry juga akan aktif mengunggah kegiatan mereka terkait tema tersebut dan memenuhi ruang media sosial dengan tanda pagar (tagar) #JanuaryDry atau #JanvierSec yang lalu dibubuhi kode negara di mana mereka tinggal, misal: #JanuaryDryUK (Inggris), #JanuaryDryCH (Swiss), #JanvierSecFR (Prancis), dsb. Mereka juga dapat mengikuti perkembangan terbaru tentang gerakan ini pada situs resmi di negara masing-masing (Lihat referensi pada bagian akhir teks ini). Di Swiss, bahkan komunitas Janvier Sec mengadakan undian berhadiah bagi para peserta yang mendaftarkan dirinya pada situs web mereka.
Memang, tingkat konsumsi minuman beralkohol di negara Alpen belakangan ini dinilai cukup tinggi, terutama selama pandemi Covid-19. Hasil studi melalui survey yang dilakukan Croix-Bleue Berne-Soleure-Fribourg (Sebuah organisasi yang mengkaji dan menangani masalah-masalah ketergantungan) mengungkapkan bahwa ada semakin banyak anak muda yang melarikan dirinya ke alkohol, dengan harapan dapat meningkatkan rasa keberanian dan semangat mereka selama masa krisis kesehatan akibat penyebaran global Coronavirus ini. Dikutip dari artikel yang dirilis RTS, sebelum pandemi, terdapat hanya 3% anak muda yang mengonsumsi alkohol sebagai bentuk pelarian dari masalah. Namun angka ini naik drastis menjadi 7,3% pada 2021.
Minuman yang mengandung alkohol yang dimaksud dalam artikel ini bisa berupa bir (hasil fermentasi biji-biji gandum/sereal sebagai bahan utama dan berkadar alkohol rendah sekitar 2-4% abv; alcohol by volume), anggur (berbahan dasar buah anggur yang juga populer disebut dalam bahasa Inggris: wine, dengan kadar alkohol di bawah 20% abv), eau-de-vie (yang berasal dari distilasi sari tanaman atau buah-buahan-selain anggur sebagai bahan utamanya), spiritueux atau liqueur (minuman dengan kadar gula dan alkohol yang sangat tinggi sekitar 37-43% abv). Sebagai catatan: liqueur bisa jadi merupakan salah satu eau-de-vie, tetapi eau-de-vie bukanlah liqueur! Dengan kata lain, semua eau-de-vie dihasilkan dari distilasi. Namun liqueur tidak dibuat dengan proses distilasi-kecuali liqueur yang berbahan dasar tanaman, biji-bijian dan kulit pohon. Berikut contoh nama-nama eau-de-vie dan liqueur: brandy, whisky, gin, tequila, rhum, vodka, absinthe, dll.
Sebenarnya, di lain sisi, minuman non alkohol sekarang tengah menjadi tren di negara yang beribu kota di Bern/Berne ini. Kini kita bisa menemukan bir, wine, bahkan liqueur tanpa alkohol di beberapa bar di kota-kota besar. Sebut saja: REBELS 0.0%, sebuah start-up pembuat minuman alternatif tanpa alkohol di Swiss. Perusahaan ini diapresiasi telah mampu mendobrak norma acara minum-minum yang sebelumnya selalu identik dengan kata "mabuk". Ia juga menggalakan kebebasan kepada setiap orang untuk dapat memilih minuman lain yang bebas alkohol. -Saya tidak di-endorse untuk promosi ini, loh! :)
Saya sering menerima pertanyaan terkait biaya hidup di Swiss. Melalui artikel ini, saya akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut, dengan cara memberikan deskripsi singkat tentang hal ini yang didasarkan pada pengalaman dan observasi saya pribadi selama tinggal di negara yang bernama resmi Konfederasi Swiss (Switzerland Confederation) ini.
Uraian terkait biaya hidup memang sifatnya subjektif. Artinya bisa jadi berbeda pada setiap orang. Terlebih lagi, jika kita berbicara tentang gaya hidup. Di kanton lain, rincian biaya kemungkinan tidak sama. Di sini saya memberikan gambaran secara spesifik untuk konteks pengeluaran rutin biasa dari seorang mahasiswa yang tinggal menetap di wilayah kanton Jenewa dengan izin tinggal (titre de séjour) berstatus B untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan. Dalam hal ini, orang yang memiliki paspor negara non Uni Eropa memang tidak diperkenankan bekerja paruh waktu pada durasi tinggal enam bulan pertama. Artikel ini juga tidak membahas tentang biaya-biaya yang mungkin perlu dikeluarkan untuk mendukung penelitian atau perkuliahan, kecuali buku.
sumber: medellinliving.com
Sebelumnya:
CHF atau disebut Franc adalah mata uang resmi yang digunakan di negara Swiss dan Liechtenstein. Namun demikian, kita juga dapat melakukan tarikan tunai dalam mata uang Euro di hampir seluruh mesin ATM di kedua negara tersebut. CH diambil dari istilah Confoederatio Helvetica dalam bahasa Latin. Pada penulisannya, dapat digunakan singkatan CHF atau Fr. yang ditempatkan sebelum angka/nominal.
Buku/Pustaka
Kabar baiknya, bujet untuk buku bahkan bisa jadi hingga CHF 0 saja! Ini memang tergantung kebutuhan dan keinginan. Pada umumnya, buku-buku referensi sudah disediakan oleh perpustakaan kampus sehingga mahasiswa tidak perlu repot membeli. Perpustakaan juga telah menyediakan akses ke banyak jurnal. Sejauh ini, kebanyakan referensi untuk penelitian saya memang diperoleh dari perpustakaan universitas. Dengan menjadi anggota perpustakaan di sebuah kampus, secara otomatis berhak juga meminjam koleksi di perpustakaan lain yang masih dalam satu jaringan yang sama, yakni Swisscovery. Saya pribadi hanya membeli buku yang sekiranya memang tidak didapat di perpustakaan atau ingin saya miliki. Tidak ada anggaran khusus yang saya alokasikan untuk ini atau saya masukkan ke kategori lain-lain (lihat poin terakhir dari tulisan ini). Namun, siapkan saja CHF 50-100 setiap bulan untuk keperluan ini. Belum tentu juga bakal dibelikan buku setiap bulan, tetapi sesuai kebutuhan. Saya lebih sering membeli buku di toko Payot atau di Fnac. Supaya tidak menyita terlalu banyak waktu, biasanya, saya memesan terlebih dahulu buku yang saya kehendaki via telepon atau secara daring melalui surel maupun di situs web resminya, lalu mengambilnya langsung di toko ketika mereka sudah menyiapkannya untuk saya.
Alternatif untuk memperoleh buku murah jika hendak membeli: (1) Pada hari tertentu di pusat kota ada bursa buku bekas dengan genre yang beragam. (2) Asosiasi mahasiswa di Université de Genève juga setiap tahun menggelar acara bursa buku-buku kuliah... juga banyak novel. (3) Belanja beberapa buku ketika kamu berada di negara tetangga; di Prancis, Jerman, dsb. Harga buku di sana jauh lebih murah dibandingkan di Swiss.
Apa juga kata dunia bila mahasiswa tidak pernah punya buku? Haha..
Tempat Tinggal
Tempat tinggal di Jenewa serta di kota-kota besar lainnya di Swiss memang merupakan masalah tersendiri dan sekaligus menjadi permasalahan umum. Selain harga sewanya yang cenderung tinggi, ketersediaannya pun terbatas. Bisa saya gambarkan, harga sewa sebuah kamar adalah CHF 600 s.d. 1.000, studio mulai CHF 1.300, dan apartemen mulai CHF 2.000*. Harga tersebut pada umumnya sudah termasuk charge air, pemanas ruangan, dan listrik umum. Seringnya, biaya pemakaian listrik dan koneksi Internet ditagihkan terpisah terutama untuk studio dan apartemen. Jika belum, sediakan tambahan CHF 75-200 tiap bulan.
Jangan lupa, penyewa perlu juga memberikan uang jaminan (caution/garantie de loyer) di awal pada saat menandatangani kontrak (le bail). Nominalnya biasanya sebesar satu hingga tiga kali jumlah uang sewa bulanan, yang akan dikembalikan ketika penyewa memutuskan keluar dari tempat tinggalnya atau setelah masa kontrak habis. Jika terdapat kerusakan, uang jaminan ini secara otomatis akan dikurangi senilai kerusakan itu sendiri.
Pengurusan uang jaminan bisa juga dilakukan tanpa perlu mengalokasikan sejumlah dana seperti disebutkan di atas, dengan cara mendaftar (berbayar) pada layanan Swiss Caution di situs webnya atau melalui kantor pos terdekat.
Jika beruntung tinggal di asrama atau apartemen yang dikelola kampus, kita bisa dapat harga sewa kamar kurang dari CHF 500 saja. Prioritas mereka memang mahasiswa S1 (Bachelor) dan S2 (Master) dengan usia maksimal 35 tahun pada saat pertama kali menempati tempat tinggal. Kelebihan lainnya tinggal di asrama adalah bisa tinggal dalam sebuah lingkungan dengan latar multikultural dari berbagai negara. Kekurangannya, kita harus bersabar akan prosesnya. Berdasarkan pengalaman seorang teman saya asal Swedia, dia akhirnya bisa mendapatkan kamar di sebuah flat-berbagi dengan tiga mahasiswa lainnya, setelah masa tunggu empat bulan sejak mengajukan berkas pendaftarannya pertama kali ke Kantor Urusan Tempat Tinggal di Universitas (Bureau de Logement Universitaire).
Kamu juga bisa gunakan bantuan dalam pencarian tempat tinggal (kamar, studio, apartemen, dsb.) di Jenewa, melalui laman web Asosiasi Jenewa untuk Akomodasi Peserta Magang dan Mahasiswa (AGLAE) ~ Klik di sini.
*Kebanyakan harga sewa apartemen di bawah CHF 2.500 adalah kosong, tanpa perabotan.
Makanan dan Minuman
Ini merupakan poin penting yang juga menyangkut masalah keberlangsungan hidup! 😁 Haha... Untuk keperluan makan-minum bulanan ini, saya anggarakan maksimal CHF 450 (untuk satu orang: Jika tinggal bersama pasangan atau anggota keluarga, tambahkan CHF 200-250 per orang). Memasak dan membawa bekal sendiri ke tempat kerja/kuliah adalah rekomendasi yang sangat bijak untuk memangkas bujet makan sehari-hari. Mesin pemanas makanan (micro-ondes/microwave) biasanya bebas-pakai dan tersedia di dekat restoran kampus atau di dapur kantor. Sesekali bersama kolega atau jika memang sedang malas menyiapkan bekal, saya biasanya memilih makan siang di kafetaria universitas yang kadang-kadang (tidak selalu, tergantung menu pada hari itu) menawarkan harga khusus untuk mahasiswa, yakni rata-rata CHF 10 untuk makanan utamanya saja. Jika mau salad dan makanan penutup, kita perlu menambah sekitar CHF 5,5 (tergantung jenis makanan atau minumannya). Di restoran kampus, biasanya diberikan kartu yang setiap kali melakukan pembelian akan distempel. Jika sudah terkumpul sepuluh stempel, maka hidangan utama pada makan siang berikutnya akan diberikan secara cuma-cuma!
Bagaimana kalau makan di luar? Yang pasti harga menunya relatif lebih mahal daripada yang ditawarkan kafetaria di kampus. Ini juga tergantung rumah makannya. Namun, kita perlu menyiapkan paling tidak CHF 18 untuk makan siang dan CHF 30-an untuk makan malam. Beberapa restoran di luar juga menawarkan menu khusus pelajar dengan menunjukkan kartu mahasiswa pada saat melakukan pemesanan dan pembayaran makanan. Diskonnya sekitar CHF 3. Untuk makan malam dengan hidangan lengkap (dan jika kamu ingin memesan tambahan wine), sediakan bujet setidaknya CHF 45.
Jika melewatkan waktu makan siang, yakni antara pukul 12:00 s.d. 14:00, maka kamu tidak bisa lagi pergi ke restoran kampus (resto universitaire, di wilayah Prancis lebih lazim disebut Resto-U) maupun rumah makan di luar. Solusinya, kamu bisa menuju restoran cepat saji yang biasanya selalu buka seharian, bahkan pada hari Minggu ketika semua toko dan restoran pada umumnya tutup. Lebih hemat lagi jika membeli sebuah paket burger, seperti BigMac atau Big Tasty di McD (di sini populer disebut: MacDo), dengan memasang aplikasi McD terlebih dulu di ponsel. Kamu bisa berhemat CHF 3,5. Membeli sebuah pizza (CHF 10) langsung di restoran untuk dibawa pulang ke rumah, akan lebih hemat daripada kamu menikmatinya di tempat. Bisa juga kamu membeli sandwich (CHF 5-10) di supermarket Coop atau Migros terdekat, kemudian menyantapnya cepat sambil duduk di bangku atau di atas rumput di sebuah taman saat musim panas. Miam! 😋
Klik di sini untuk membaca tentang perbedaan istilah waktu makan di Swiss.
Pakaian
Saya pribadi bukan penggemar dan pengikut tren berbusana. Saya membeli pakaian jika memang diperlukan dan seringnya membeli pada saat musim diskon. Dalam satu tahun terdapat dua periode acara diskon besar di semua pertokoan, yakni musim dingin (sekitar Januari-Februari) dan musim panas (sekitar Juli-Agustus). Memang tidak seperti di Tanah Air, cara berpakaian di negara dengan empat musim perlu disesuaikan bukan melulu terhadap tren mode, tetapi lebih pada suhu udara dan kondisi cuacanya. Dalam hal ini, saya tidak membuat anggaran khusus untuk pakaian. Terakhir sepanjang tahun 2019 lalu, saya mengeluarkan hingga kurang lebih CHF 450, tetapi CHF 0 pada musim dingin 2020 karena memang baju-baju musim dingin dari tahun-tahun sebelumnya masih bisa saya kenakan. Namun, pada umumnya, bujet untuk pakaian musim dingin harus lebih besar dibandingkan dengan musim lainnya, terutama untuk membeli mantel, sepatu bot, dan pakaian hangat lainnya.
Asuransi
Asuransi Kesehatan
Poin ini memerlukan perhatian khusus, karena tarif asuransi sangat sangat mahal bahkan bagi semua orang. Sebelumnya, asuransi dasar kesehatan (LAMal) adalah wajib dimiliki oleh semua individu yang tinggal di wilayah negara Swiss. Jika dalam tiga bulan pertama kamu belum memiliki polis asuransi, maka pemerintah akan memilihkannya secara acak untuk kamu dari salah satu agen asuransi swasta yang telah resmi terdaftar di Swiss dan... kamu juga akan dikenai sanksi CHF 100.
Beruntung mempunyai status sebagai pelajar, karena ada tarif khusus. Saya memilih sebuah polis di Swiss Care dengan premi yang saya bayarkan untuk satu tahun sebesar CHF 1 459. Dengan premi tersebut, saya berhak atas franchise CHF300 (paling rendah) sepanjang tahun. Artinya CHF 300 pertama yang saya keluarkan untuk biaya pengobatan akan menjadi tanggungan pribadi. Pihak asuransi hanya akan mengganti kelebihan dari nominal tersebut. Untuk memperoleh franchise yang rendah, kamu memang perlu membayar premi bulanan yang tinggi. Ini berlaku sebaliknya: jika kamu membayar premi bulanan dengan nominal yang murah, konsekuensinya adalah pada saat berobat, kamu harus mengeluarkan uang sendiri lebih banyak! Umumnya, nilai franchise untuk orang dewasa yang ditawarkan ialah CHF 300, 500, 1.000, ... (tergantung perusahaan asuransi).
Maka begitu kamu telah memiliki polis asuransi kesehatan khusus pelajar, segeralah melapor ke pihak Service de l'assurance-maladie melalui agen asuransi kamu.
Sedangkan untuk asuransi umum di luar pelajar dan mahasiswa, berikut adalah daftar premi bulanannya: a) Usia 0-18 tahun: CHF 137,60, b) Usia19-25 tahun: CHF 548,90, dan c) Usia di atas 26 tahun: CHF 583,30.
Jika diperlukan, kita bisa menggunakan simulasi resmi yang dirilis Konfederasi (Pemerintah) Swiss untuk menghitung besaran premi asuransi. Silakan klik di sini.
Asuransi Pertanggungjawaban Sipil
Asuransi Pertanggungjawaban Sipil (Assurance de responsabilité civile) bersifat tidak wajib, tetapi sangat direkomendasikan untuk dimiliki. Terlebih lagi, beberapa pemilik apartemen mensyaratkan kepada penyewa untuk menunjukkan kepemilikan polis asuransi ini sebelum menempati sebuah tempat tinggal. Asuransi ini menjamin penggantian kerusakan yang disebabkan kecerobohan pemilik polis. Misalnya ketika kita tidak sengaja memecahkan jendela kaca di rumah, menumpahkan minuman ke atas laptop teman, atau ketika anjing peliharaan kita menggigit mantel bulu yang dikenakan seorang ibu-ibu ketika tengah berjalan-jalan di taman kota. Nominal premi tergantung pada produk asuransi yang dipilih beserta fitur-fitur yang ditawarkan di dalamnya. Di Smile Direct, saya memilih produk Smile Home dengan total premi senilai CHF 68.80 per tahun (franchise: CHF 200).
Komunikasi (Telepon Selular)
Walaupun WiFi telah tersedia di hampir banyak tempat (di tempat tinggal, kampus, transportasi umum, kedai kopi, dsb.) dan sudah bisa kita akses secara bebas, tetapi kebutuhan akan komunikasi melalui telepon genggam kita terkadang tetap diperlukan. Dengan biaya abonemen maupun prabayar rata-rata CHF 30-40 setiap bulan, kita memperoleh akses bebas tanpa batas menelepon ke banyak negara di Eropa, 1000 SMS ke seluruh dunia, serta Internet berkecepatan tinggi tanpa batas*. Lihat penawaran terbaru dari beberapa operator selular berikut: Swisscom, Sunrise, Salt, Digital Republic (Sunrise)... Kamu juga bisa menggunakan layanan gratis dari ALAO.ch yang memungkinkan kamu untuk menemukan paket ideal dari banyak operator selular di Swiss dan supaya kamu juga bisa menghemat lebih banyak anggaran komunikasi selular kamu setiap bulannya. Seperti halnya di negara-negara lain di Eropa, bila kamu tidak puas dengan layanan operator selular yang kamu gunakan sekarang, kamu berhak pindah ke operator lain tanpa perlu mengganti nomor telepon yang dipakai saat ini.
Saya pribadi memilih menggunakan langganan selular dari Sunrise juga untuk layanan Internet (WiFi) dan TV kabel di rumah. Melalui program Sunrise Moments-nya, operator ini kerap kali menawarkan tiket nonton (film bioskop, konser musik, festival, pertandingan bola, ski, dll.) dengan harga khusus dan promo berlangganan layanan lain, misal Perplexity.ai selama satu tahun penuh secara cuma-cuma khusus pelanggan atau diskon 25% ke Europa-Park berikut transportasi p-p dengan Eurobus Rustexpress.
Jika kamu cukup sering berkunjung ke negara tetangga, seperti ke Prancis, Jerman, Italia, Austria, Belgia, Belanda, dsb., pertimbangkan untuk juga memilih paket layanan roaming Eropa, setidaknya untuk akses Internet 4G/5G.
Mau coba akses Internet dan panggilan telepon gratis tanpa batas selama 30 hari? Silakan gunakan layanan dari Digital Republic yang jaringannya didukung oleh Sunrise. Selain itu, perusahaan tersebut juga akan menanam 10 pohon atas nama kamu. Pohon adalah pelindung iklim yang sebenarnya: Pohon mampu menghilangkan karbon dioksida yang berbahaya dari atmosfer dan mengubahnya menjadi oksigen melalui fotosintesis. Mari berkontribusi bersama terhadap perlindungan iklim! Tertarik? Silakan klik tautan tersebut untuk meminta dikirimkan segera kartu SIM gratis ke alamat domisili kamu di seluruh wilayah Swiss.
*Kecepatan berkurang ketika mencapai kuota tertenutu
Transportasi Umum
Di dalam kota, saya pribadi sangat jarang menggunakan transportasi umum. Saya lebih suka bersepeda untuk bepergian. Saya membeli langganan bulanan TPG (Transport Public Genevois) hanya pada saat musim dingin dengan temperatur tertentu yang sangat rendah atau karena jalanan cukup bersalju. Biaya langganan adalah CHF 70 yang mencakup seluruh wilayah di zona 10 (kanton Jenewa). Sesekali ketika tidak mempunyai abonemen transportasi, saya membeli tiket sesuai keperluan yaitu CHF 2 (Tarif khusus pelanggan demi-tarif kereta CFF, tarif normal 3 CHF) yang berlaku selama 60 menit sejak pembelian tiket tersebut. Pembelian tiket sekali pakai ini bisa dilakukan di loket di stasiun, mesin, SMS, atau aplikasi TPG. Terdapat juga tiket yang berlaku seharian yakni CHF 10, serta tiket jenis-jenis lainnya yang ditawarkan TPG sesuai kebutuhan penumpang. Alat transportasi TPG sendiri sudah termasuk bis, tram, perahu, kereta CFF dari-ke bandara, dan kereta Léman Express (Ada tambahan tarif jika keluar zona 10).
Oh ya, saya juga memiliki langganan Tarif 1/2 (demi-tarif) untuk layanan kereta api CFF (SBB/FFS), yang dibayarkan sejumlah CHF 185 pada tahun pertama dan CHF 165 pada tahun berikutnya. Berkat abonemen ini, saya diuntungkan bisa membeli tiket kereta untuk pergi keluar kota di seluruh Swiss, dengan potongan harga setengah dari tarif normal. Bahkan jika kita mau, dengan berlangganan Abonnement Général (AG) senilai CHF 340 per bulan atau CHF 3.860 per tahun, kita memiliki jangkauan akses yang lebih luas lagi ke hampir semua jaringan transportasi publik nasional di negara ini. Harga yang dicantumkan tersebut merupakan tarif berlangganan satu orang dewasa untuk layanan kelas II. Jangan khawatir; fasilitas dan kenyamanan kelas II pada seluruh transportasi Swiss bisa dijamin kualitasnya. Selain nyaman, moda transportasinya tepat waktu dan pastinya... bersih. Ini berlaku termasuk juga pada transportasi publik kantonal (TPG, TransN, BLS, TPF, dsb.) serta Carpostal. Jika hendak mencoba atau memerlukan layanan kelas I, kita bisa membeli tiket khusus naik kelas yang akan ditambahkan pada langganan saat ini (demi-tarif maupun AG) yang berlaku.
Pajak
Walaupun pelajar yang tidak bekerja tidak akan dikenakan pajak penghasilan, namun pemerintah Jenewa (kebijakan bisa saja berbeda di kanton lain) akan menagihkan setidaknya dua pajak wajib tahunan kepada semua penduduknya: Pajak Multimedia (Serafe-Redevance de radio-télévision) yang besarnya adalah CHF 365 per rumah tangga dan Pajak Pribadi (Taxe personnelle) sebesar CHF 25 per individu.
Lain-Lain
> Potong rambut: CHF 25 untuk laki-laki & CHF 55 untuk perempuan (Harga rata-rata).
> Jika tidak ada mesin cuci untuk pakaian di apartemen, kamu perlu pergi ke tempat cuci umum (salon de lavoir) dan membayar rata-rata CHF 5 untuk mesin dengan kapasitas 11 kg dan CHF 1 untuk satu siklus (sekitar delapan menit) penggunaan mesin pengering. Harga tersebut belum termasuk sabun cuci maupun pelembut pakaian yang juga bisa dibeli di tempat melalui sebuah mesin khusus jika diperlukan. Opsi lain; kamu dapat menyediakannya sendiri.
> Keanggotaan fitness di pusat olahraga universitas: CHF 70 per semester. Sedangkan tempat fitness di luar bertarif rata-rata CHF 60 per bulan jika membayar sekaligus biaya keanggotaan untuk satu tahun.
> Pembuatan/perpanjangan izin tinggal: Kartu izin tinggal saya berlaku untuk dua tahun dan masih belum diperpanjang pada saat artikel ini ditulis. Biaya yang saya perlukan untuk mengajukan permohonan izin tinggal pertama kali di Jenewa, yaitu CHF 237. Nominal bisa bervariasi tergantung status yang diberikan oleh pihak pemerintah setempat.
> Debit otomatis untuk biaya administrasi akun bank: CHF 5 per akhir bulan atau CHF 0 untuk saldo mengendap sama dengan atau lebih dari CHF 25.000. Rekomendasi pembukaan akun bank di: UBS, PostFinance, Raiffeisen, ... Jika perlu, kamu juga dapat membuka rekening bank digital yang memudahkan kamu untuk melakukan transfer dana ke Indonesia dengan biaya yang sangat rendah dan transparan. Pendaftaran dan pembukaan akun tanpa dikenakan biaya melalui TransferWise (Wise) atau Neon.
Silakan gunakan tautan di atas untuk mendaftar, supaya kamu mendapatkan gratis biaya transfer hingga senilai CHF 600 (via Wise) dan saldo pertama di Neon sebesar CHF 10 (Gunakan kode: BUL41T).
Simak juga video di bawah ini untuk mengetahui langkah-langkah praktis mengirimkan dana lintas negara dengan menggunakan aplikasi Wise:
> Anggaran lain-lain yang biasanya saya tambahkan pada alokasi bulanan adalah sekitar 15% s.d. 20% dari total bujet. Walaupun pada akhirnya saya tidak perlu menghabiskannya, tapi disimpan jika sewaktu-waktu ada pengeluaran ekstra. Toh bujet makan-minum saya ternyata masih bisa menutupi pengeluaran rutin lain dan pengeluaran tiba-tiba yang sifatnya hiburan; misalnya langganan Spotify, ketika sesekali keluar dengan teman untuk makan-minum, pergi naik gunung, menonton konser atau teater, membeli sesuatu untuk dibawa ketika diundang makan di tempat seseorang, menyiapkan kado, ...
Total
Berdasarkan rincian di atas dan jika dihitung secara keseluruhan, rata-rata diperlukan CHF 1.600 s.d. 2000 (IDR 25,6 juta s.d. 32 juta)* untuk memenuhi kebutuhan dasar bulanan seorang pelajar/mahasiswa yang menempuh studi di Jenewa, Swiss.
*Jika kurs: 1 CHF = IDR 16.000
Pembaruan: Juli 2023
Berkaitan dengan inflasi yang terjadi terutama pada tahun 2022-2023, kamu juga perlu menambahkan alokasi dana 8% s.d. 10% dari nominal yang tertera di atas. Memang, kebanyakan harga kebutuhan pokok dan tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, Internet, langganan kereta CFF, asuransi kesehatan, ...) telah mengalami kenaikan.
Perhatikan pula perubahan nilai tukar IDR ke CHF, serta sebaliknya.
Terakhir, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, boleh traktir saya kopi dong, ya... Klik pada gambar di bawah: 😉🥤
Ya, saya memberi judul pada artikel ini dengan kata Pindahan.
Ini hampir juga bersamaan dengan kegiatan pindahan tempat tinggal saya yang semula di pinggir kota Jenewa menuju ke tengah kota. Yang biasanya untuk pergi ke tempat kerja saya tempuh dengan bersepeda sekitar 35 menit dari apartemen lama, kini hanya 10 menitpun tidak! Blog ini juga saya pindahkan secara kebetulan bertepatan waktunya ke subdomain blog.elga-ahmad.com.
Sumber: montemeuble-lyonnais-demenagement.fr
Alasan utama saya memindahkan blog ke subdomain tersebut adalah supaya lebih jelas alamat aksesnya berdasarkan pemisahan kategori situs web. Pada saat yang bersamaan, saya juga memang membuat beberapa situs web lain dengan tema yang berbeda. Konsekuensi besarnya yakni tahun ini saya sangat jarang menulis untuk blog ini. Saya tengah fokus menggarap konten yang berkaitan dengan riset saya di universitas. Mohon dimaklumi, ya?
Jadi, jika mungkin kamu biasanya mengunjungi blog saya melalui domain utama pada alamat URL www.elga-ahmad.com atau elga-ahmad.com (tanpa awalan www), mulai saat ini laman depan tersebut hanya menampilkan navigasi yang mengarahkan setiap pengunjung untuk dapat mengakses subdomain lainnya di elga-ahmad.com.
‘Ponsel’ merupakan akronim dari telepon seluler dan telah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Istilah lain untuk menyebut ponsel adala...
‘Ponsel’ merupakan akronim dari telepon seluler dan telah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Istilah lain untuk menyebut ponsel adalah telepon genggam.
Ini adalah sebuah tulisan mengenai ponsel yang dibuat oleh dua produsen besar pada masanya. Ponsel ini, terus terang, pernah berada dalam daftar ponsel impian saya. Namun, kedua ponsel ini memang belum sempat dimiliki. Maklumlah, kala itu saya masih mahasiswa yang perlu menabung cukup lama untuk membeli sebuah ponsel baru.
Hingga sekarang pun, saya belum pernah menggunakan produk telekomunikasi buatan perusahaan asal Jerman ini, Siemens. Sedangkan K630i adalah satu-satunya ponsel keluaran Sony Ericsson yang sempat saya gunakan pada awal perkembangan teknologi 3G di tanah air.
Sementara itu, sekitar tahun 2003 ketika M55 dan T600 ini diluncurkan ke pasaran, saya memakai Nokia 3310 –kalau tidak salah ingat. Tipe seri ponsel ini disebut lebih ramah digenggam daripada sang pelopor, N3210 yang “Begitu kecil, begitu cerdas!”.
Siemens M55
Ponsel ini memiliki tampilan yang maskulin. Siemens juga menjanjikan bahwa M55 ini tahan terhadap air, debu, ataupun guncangan. Dengan kemampuannya bekerja pada jaringan 2G dengan frekuensi GSM 900/1800/1900 MHz, ponsel ini cukup handal menangkap sinyal. Layar warna merupakan daya tarik tersendiri pada waktu itu. M55 dibekali layar generasi kedua yang berjenis CSTN dengan kedalaman 4096 warna pada ukuran 101 x 80 piksel, 7 baris.
Sony Ericsson T600
Saya suka ponsel ini, terutama karena ukurannya yang sangat kecil. Ya, itu saja!
Sebenarnya selain dimensinya tersebut, tidak ada fitur lain yang saya harapkan dari ponsel ini bahkan pada saat itu. Iklan ponsel ini sering saya temukan di majalah-majalah hampir sepanjang tahun. Ponsel ini juga bekerja pada jaringan GSM triple band, seperti M55 di atas. Karena tubuhnya yang kecil, layarnya pun mungil yaitu berukuran 101 x 80 piksel saja dengan tampilan monokrom.
Dalam suatu percakapan…
X: Sepatu siapa yang nempel terus? Y: Sepatu loe yang gue kasih lem… X: Bukan! Y: Lalu? X: Sepatunya Rezza Arthamevia. Coba deh dengerin di video berikut:
Saya tahu ini hanya sebuah kelakar, terutama saat saya masih duduk di bangku SMA dulu. Sudah lama sekali, memang. Saya pun sadar betul jika kita sudah melewati pertengahan tahun 2018 dan ini menjadi sebuah lagu klasik.
Walaupun saya masih sering menemukannya hampir setiap hari, ternyata beberapa aktivitas ini dilarang dilakukan pada saat naik metro di Paris. Selain mengemis, mengamen (kecuali di stasiun pada acara dan untuk tujuan tertentu, dengan sponsor RATP -perusahaan yang mengelola metro & bus kota), menyebarkan iklan/propaganda, dan membuat keributan, ada juga beberapa hal lain yang apabila dikerjakan dan ketahuan petugas maka terancam dikenai denda setidaknya 60 euro.
Metro (Métropolitain de Paris) adalah sebuah alat transportasi massal sejenis kereta cepat yang bergerak pada umumnya di rel bawah tanah. Saat ini secara keseluruhan, terdapat 14 jalur metro yang menghubungkan banyak stasiun di ibu kota Prancis tersebut.
Mengendarai otopet, papan luncur, sepatu roda, atau sepeda
Tidak hanya di dalam gerbong metro, mengendarai alat transportasi kecil ini juga tidak diperkenankan di seluruh area stasiun, di peron maupun di lorong-lorongnya. Peraturan ini diberlakukan karena banyaknya penumpang dan untuk mencegah terjadinya tabrakan. Berjalan kaki adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan penumpang untuk menuju dan keluar dari metro. Namun demikian, hal ini tidak berlaku bagi penumpang RER (Réseau Express Régional) –komuter penghubung Paris dan pinggir kota, ataupun Metro jalur 1 di luar hari dan jam sibuk. Maksud saya bukan diperbolehkan bersepeda atau berselancar bebas di dalam gerbongnya, tapi penumpang diberi hak untuk membawa alat-alat ini dengan menuntun atau menentengnya.
Mengambil foto atau video Di Prancis maupun di kebanyakan negara Eropa, mengambil foto atau video seseorang terutama pada bagian wajah tanpa seizinnya merupakan salah satu pelanggaran berat terhadap hak cipta. Jadi, berhati-hatilah memotret di tempat umum! Ini juga yang menjadi alasan mengapa banyak muka diburamkan ketika ada wawancara televisi dengan latar orang-orang. Bahkan sekarang, tidak boleh mengambil foto atau video tanpa izin tertulis di sekitar area RATP.
Salah kostum dan bau Bukan karena Paris sebagai pusat mode dunia, tetapi jika kita berpakaian tidak sepantasnya (misalnya hanya memakai baju renang atau bahkan tanpa busana), hal ini akan membuat petugas untuk meminta uang denda. Aturan ini juga berlaku kepada seseorang yang berpakaian kotor sekali, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Salah arah Hati-hati jika berjalan di lorong metro. Harap perhatikan dengan baik tanda atau petunjuk arah. Jangan melawan arus. Jika memaksa dan bertemu petugas yang tengah melakukan razia, siap-siap saja untuk membayar denda. Dalam kasus ini, saya sering berpikir bahwa kegiatan Pramuka di sekolah itu sangat penting dan bermanfaat.
Berikut adalah tampilan situs web ini pada versi-versi sebelumnya, yang diarsipkan secara otomatis oleh The Wayback Machine sejak terdaftar dengan nama: elga-ahmad.com. Angka-angka pada keterangan gambar menunjukkan tahun ketika mereka mengambil tampilan layar (screen capture) dari situs ini.
Adapun The Wayback Machine adalah sebuah organisasi nirlaba yang diinisiasi Internet Archive. Perkumpulan ini memang mempunyai misi untuk membangun sebuah perpustakaan maya yang bersumber dari situs-situs web dan semua artefak digital lainnya (teks, film, suara, program, dsb. ) yang tersebar di Internet. Proyek lainnya yakni Open Library & archive-it.org.
2018: Yang ini terpaksa harus diganti, karena ternyata (masih) tidak mobile friendly.
2017: Saya suka ini karena tampilannya yang sederhana, tetapi sayang ada beberapa bagian yang tidak berfungsi ketika diakses melalui peramban di ponsel.
2015: Ketika hanya berupa landing page.
2013: Tata letak yang sama dengan sebelumnya, hanya warna saja yang berbeda. Saya pun menyematkan koleksi foto dari Twitpic ke dalamnya –pada waktu itu Twitter belum mengakomodir pengunggahan foto sendiri & Instagram pun masih belum populer.
2011: Tampilan blog dari awal sejak saya membuatnya di Blogspot pada 2008.
Sumber: kingfisher.agency Akhir-akhir ini, saya merasa prihatin dengan gaya penyampaian banyak media pemberitaan serta sikap penegak huk...
Akhir-akhir ini, saya merasa prihatin dengan gaya penyampaian banyak media pemberitaan serta sikap penegak hukum di tanah air.
Merupakan hak setiap orang untuk membuat tempat tinggal dengan desain bak kerajaan Eropa, menghabiskan uangnya untuk berbelanja produk yang "lux", berjalan-jalan mengelilingi bumi, bermewah-mewahan, dll. Ini ranah pribadi. Cukup untuk kepentingan penyelidikan saja. Tidak sepantasnya penyidik memberikan izin pada para pencari warta untuk mengungkap semua itu di media yang bersifat massal. Ya, namanya saja media massa! Beritakan saja; saat ini aset atau kekayaan milik tersangka tengah disita untuk penyelidikan!
Pada kasus kali ini*, memang kepemilikan objek-objek tersebut (diduga) bersumber dari tindak kriminal yang dilakukannya. Namun, apakah media juga membicarakan topik serupa dengan proporsi & cara yang sama ketika meliput kasus korupsi para oknum pejabat?
Saya rasa kali ini sudah berlebihan!
Kita -subjek inklusif, mungkin sudah terlalu terlena dengan kegemaran "mengurusi kepentingan orang lain" atau mungkin juga "budaya" ini timbul gara-gara media kita yang provokatif? Saya tidak bicara soal media yang ber-Lambe itu, karena memang itu peran dia.
Bagaimanapun juga, saya yakin (suatu saat) kita bisa menjadi konsumen pemberitaan yang cerdas ketika arus informasi mengalir deras tanpa henti. Bergunjing itu tidak baik.
Paris, 26-08-2017
*Anda tahu kasus yang saya maksud.
** Tulisan ini saya muat juga pada akun pribadi di Facebook.
Pemikiran teologis yang menawarkan pandangan inklusivisme dan pluralisme keberagaman akan ikut meredam konflik dan bisa jadi justru seseoran...
Pemikiran teologis yang menawarkan pandangan inklusivisme dan pluralisme keberagaman akan ikut meredam konflik dan bisa jadi justru seseorang akan lebih dewasa dalam mengapresiasi agamanya. Dahulu orang Inggris mempunyai nasihat pada anak mudanya untuk merantau memperluas horison. "If you know only England, you don't know England.", katanya. Ungkapan ini bisa diubah, kalau kita ingin bisa mengapresiasi dan memahami agama kita sendiri, kita perlu memahami dan bergaul dengan pemeluk agama lain.
Untuk masyarakat Indonesia yang pluralistik, mungkin nasihat itu memiliki relevansi. Sejarah peradaban Islam membuktikan, masa-masa paling produktif dalam pemikiran Islam justru ketika dunia Islam membuka diri terhadap dunia luar, terutama terhadap peradaban Yunani.
Seperti yang mungkin Anda juga sadari bahwa perkembangan teknologi tengah membawa kita ke sebuah era on demand, yaitu masa ketika seseorang dapat meminta dan mewujudkan yang dikehendaki pada saat ia menginginkannya. Misalnya jika saya mau mendengarkan lagu terbaru dari penyanyi tertentu, saya hanya tinggal mencarinya di Internet. Dengan cara memasukkan kata kunci yang berhubungan dengan pencarian saya di peramban, pada saat itu juga akan tertampil di layar sebuah daftar pilihan layanan yang menawarkan pemutaran lagu yang saya inginkan dengan format yang beragam, gratis maupun berbayar. Kita mendapatkan kemudahan dalam hal ini terutama berkat iTunes, Deezer, Spotify, Netflix, iFlix, atau YouTube. Coba kita bandingkan dengan keadaan ketika semua penyedia layanan yang saya sebutkan tadi belum lahir. Saya jadi teringat ketika pulang sekolah dulu, sampai-sampai di rumah, saya langsung menyalakan pesawat televisi hanya untuk menunggu klip musik favorit saya diputarkan VJ di acara MTV Most Wanted. Walaupun perlu menunggu hingga videonya ditayangkan, setidaknya kanal musik MTV yang tayang 24 jam sehari tersebut merupakan solusi bagi pencinta musik yang ingin menikmatinya kapan saja, bahkan pada jam tidur.
Konsep on demand ini juga sekarang ternyata berlaku untuk urusan perut. Apakah Anda tiba-tiba terbayang dengan lezatnya burger BigMac atau wangi-menggodanya sate kambing yang bertabur saus kacang? Selalu ada nomor telepon atau aplikasi yang tersedia di gawai kita untuk memesan semuanya! Yang Anda inginkan siap diantar dan disajikan ke tempat Anda, dalam hitungan menit saja. Yumm..
Apa itu Podcast?
Podcast sendiri sebenarnya sudah sangat populer di luar negeri terutama sejak sepuluh tahun terakhir, ketika web 2.0 dikembangkan. Penamaan istilah Podcast berawal dari penggabungan kata dalam bahasa Inggris, yakni pod (dari iPod –sebuah gawai produksi Apple) dan broadcast (siaran). Memang setelah kemunculan iPod lah, banyak orang mulai menggunakan layanan podcast ini, sehingga istilah tersebut begitu sangat familiar di telinga masyarakat. Pada saat itu, podcast hanya terbatas pada siaran audio. Dalam bahasa Prancis –terutama di Québec, podcast disebut pula baladodiffusion atau siaran (diffusion) gambar/video maupun suara melalui berkas digital di Internet yang bisa diputar sambil berjalan-jalan (balade) Wikipedia berbahasa Indonesia mencoba memadankan istilah podcast dengan kata siniar.Walaupun pada saat saya menulis artikel ini, kata kersebut belum diserap resmi dan dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V.
“Siniar (bahasa Inggris: podcast) atau siaran web tan-alir (non-streaming webcast) adalah serangkaian berkas media digital (baik audio maupun video) yang diterbitkan sewaktu-waktu dan sering diunduh melalui penyalur-sedia web (web syndication).” – Wikipedia
“Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain.” - Apple
Secara sederhana, kita dapat memahami podcast sebagai sebuah media komunikasi satu arah berupa berkas multimedia (audio atau video) melalui Internet. Pada sisi pengguna, berkas ini dapat diunduh sewaktu-waktu atau didapatkan secara berlangganan gratis ataupun berbayar, untuk diputar kapanpun dan di manapun melalui perangkat dengan atau tanpa koneksi Internet. Prinsipnya, konten podcast bersifat sesuai permintaan penggunanya.
Orang juga kini menyebut istilah vodcast untuk podcast dengan konten video.
Saya dulu sempat mendengar kabar bahwa di Amerika pada masa kemunculannya, podcast dimanfaatkan untuk tujuan publikasi hasil-hasil penelitan agar pengetahuan ilmiah dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Berkat cara ini, sains bukanlah hal abstrak yang sulit dipahami. Sebaliknya sains dapat ditemukan dalam kehidupan nyata.
Adapun tema acara pada podcast dapat dipilih sesuai selera penyimaknya; rekaman berita, wawancara, politik, olahraga, budaya, sandiwara, dsb. Tidak hanya lembaga penyiaran seperti stasiun televisi atau radio, pada perkembangannya, saat ini banyak juga podcaster –sebutan untuk penyiar podcast, yang berasal dari mandiri perorangan.
Mulai menggunakan Podcast
Ada dua cara sederhana untuk mulai menggunakan dan menyimak siaran-siaran podcast yang menarik minat kita.
Cara pertama, yakni dengan menuju ke situs web penyedia layanan podcast. Biasanya situs web penyelenggara siaran radio atau televisi menyediakan laman khusus untuk podcast, tempat di mana mereka memuat daftar berkas multimedia yang dapat diunduh. Berkas media dalam format audio atau video ini pada umumnya adalah rekaman atau arsip dari acara-acara yang sudah pernah disiarkan melalui kanalnya. Berikut beberapa layanan podcast yang biasa saya dengarkan: Suara Surabaya, France Culture, Radio France International (RFI).
Sedangkan untuk podcast video, Anda sebenarnya bisa mencarinya di YouTube. Coba cari kanalnya dengan mengetikkan nama stasiun televisi sebagai kata kunci di kolom pencarian. Dengan kebijakannya memperbolehkan pengguna untuk mengunduh video tertentu, YouTube sekarang cenderung bisa dianggap juga sebagai media podcast video.
Cara kedua yaitu dengan mengunduh media pemutar podcast pada perangkat yang kita gunakan. Menurut saya, ini cara paling praktis, karena pada media putar tersebut biasanya sudah terdapat daftar ratusan saluran podcast dari seluruh dunia. Kita dapat memilih kanal yang menyajikan acara sesuai ketertarikan atau minat kita. Kita bisa memutuskan untuk berlangganan atau hanya mengunduh beberapa acara saja dari kanal tersebut. Berikut ini adalah beberapa aplikasi pemutar podcast yang saya rekomendasikan: Google Podcast (Android), OverCast (iOS), TuneIn (iOS, Android, dan komputer Windows). Anda juga bisa mencari media pemutar lainnya di toko aplikasi, sesuai gawai yang Anda gunakan.
Media Sosial
Gunakan media sosial berikut untuk terhubung dengan Elga Ahmad.