Elga-Ahmad

Blog pribadi. Seorang pencinta bahasa & kopi hitam ☕
#Didactique #FLE #BIPA #Interculturel #Grammaire

Tampilkan postingan dengan label Akademia. Tampilkan semua postingan

Loading the Elevenlabs Text to Speech AudioNative Player... Di era internet saat ini, media sosial (medsos) berfungsi sebagai katalisator...

Loading the Elevenlabs Text to Speech AudioNative Player...
Di era internet saat ini, media sosial (medsos) berfungsi sebagai katalisator yang nyata bagi praktik budaya. #BookTok adalah salah satu fenomena terbaru. Gerakan yang dimulai di TikTok dan cepat menyebar ke Instagram ini telah dianggap mampu menyatukan para pencinta buku dan memotivasi orang-orang untuk membaca. #BookTok muncul seolah angin segar, memberikan makna baru pada hubungan antara buku dan pembacanya di saat anak-anak muda sekarang tampaknya semakin menjauh dari kegiatan membaca buku.

Booktok
Foto oleh Yan Krukau

Revolusi digital dalam kritik sastra

Secara tradisional, kritik sastra telah menjadi milik eksklusif segelintir profesi–jurnalis, akademisi, atau kritikus spesialis–yang menilai karya berdasarkan kriteria yang sering dianggap elitis. Namun, berkat munculnya jejaring sosial, kritik sastra kini telah mulai didemokratisasi. Para penggemar buku sastra yang tidak memiliki latar belakang keilmuan atau pelatihan dalam bidang kritik bisa berbagi kegemaran mereka, apa yang mereka rasakan, dan bahkan kekecewaan mereka terhadap buku-buku yang telah mereka baca. 

Tren ini memunculkan tanda pagar (tagar) #BookTok–sebuah kependekan dari “Book” (Buku) dan “TikTok”. Tagar adalah simbol “#” yang digunakan untuk mengelompokkan konten di medsos. Misalnya, #BookTok adalah kategori postingan tentang buku. Tagar ini memudahkan orang mencari dan menemukan konten serupa.

Singkatnya, #BookTok adalah sebuah komunitas di medsos yang menajdi tempat para pembaca mengulas buku favorit mereka. Video-video yang diposting dengan tagar #BookTok ini menunjukkan reaksi otentik, sering kali diwarnai dengan emosi, yang mendorong penontonnya untuk (kembali) menemukan buku atau mempelajari genre sastra yang sebelumnya mereka abaikan atau tidak ketahui.  
Revolusi digital ini rupanya telah juga ditelaah dalam sejumlah penelitian. Misalnya, Dos Santos (2023) menunjukkan bahwa fenomena #BookTok telah mendobrak kode-kode tradisional kritik sastra, yang memungkinkan opini-opini yang sebelumnya terpinggirkan untuk bisa disuarakan dan ternyata juga punya pengaruh terhadap angka penjualan buku di pasaran. Para kreator muda ini mendefinisikan ulang peran kritikus dengan menggabungkan semangat, keaslian, dan spontanitas. 


Dampak #BookTok terhadap kebiasaan membaca anak muda

Medsos kerap kali disalahkan atas penyebab menurunnya minat baca. Namun, #BookTok justru membuktikan sebaliknya bahwa media digital juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan budaya literasi. Terutama di TikTok dan Instagram, video-video tentang sastra tidak hanya menawarkan ringkasan atau ulasan formal: video-video ini mengungkap pula emosi, pengalaman pribadi, dan keajaiban membaca. 

Video yang menunjukkan seorang kreator konten yang tengah menangis setelah membaca sebuah novel atau kreator konten lainnya yang membagikan hal-hal yang baru ia temukan setelah membaca sebuah buku, telah menciptakan efek riak yang kuat di medsos. Seperti yang ditunjukkan oleh Asplund et al. (2024) dalam penelitian mereka yang diterbitkan di Language and Education, cara komunikasi ini menumbuhkan komitmen afektif yang dapat mengubah membaca menjadi aktivitas kolektif dan menyenangkan. 

Terlebih lagi, format visual yang pendek dan singkat dari konten ini sangat sesuai dengan generasi sekarang, yang terbiasa dengan stimulasi layar yang cepat, bergulir dari satu video singkat ke video lainnya. Pengguna muda, yang sering dikritik karena lemahnya tingkat konsentrasi mereka, justru dapat benar-benar menemukan  jati diri mereka melalui video-video semacam ini. 

Format ini menciptakan komunitas virtual yang membuat setiap pengikutnya merasa terlibat dan terdorong untuk turut berbagi pengalaman membaca mereka. Kulkarni (2024) menekankan bahwa dampak dari konten ini terletak pada kemampuannya untuk memunculkan reaksi secara simultan dan langsung (real time), bahkan viral, sehingga mendemokratisasi rekomendasi buku-buku sastra.


Penggerak ekonomi dan budaya untuk penerbitan

Di luar aspek budaya, #BookTok juga dipandang sebagai pembangkit ekonomi bagi industri perbukuan. Sejumlah penerbit kini telah menyadari bahwa video viral di medsos dapat mengubah sebuah buku biasa menjadi buku terlaris dalam waktu semalam. Kemitraan berbayar antara penerbit dan influencer sastra mulai terjalin lumrah. 

Studi terbaru bahkan menunjukkan korelasi positif antara visibilitas sebuah karya di #BookTok dan peningkatan penjualan buku tersebut. Novel-novel yang sebelumnya kesulitan untuk menemukan publiknya telah berbalik arah berkat video sederhana di TikTok. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemasaran digital yang ditargetkan dengan baik dapat merevitalisasi karya-karya yang terlupakan atau kurang dihargai sebelumnya. 

Namun, kesuksesan komersial ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang masa depan kritik sastra. Di satu sisi, keaslian dan semangat para kreator memberikan kontribusi tersendiri pada kebangkitan gairah membaca di kalangan anak muda. Di sisi lain, komersialisasi yang berlebihan dari praktik-praktik ini dapat mengarah pada standarisasi rekomendasi, yang merugikan analisis kritis yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Dos Santos (2023) tetap menyarankan perlunya memikirkan ulang tentang peran kritikus sastra. Terlebih lagi, pada saat ini ketika penilaian seringnya diukur hanya berdasarkan jumlah 'suka' (Like) dan jumlah yang dibagikan, alih-alih berdasarkan argumen sastra yang mendalam.

Fenomena #BookTok adalah ilustrasi sempurna dari transformasi membaca di era digital. Dengan memberikan suara kembali kepada para pencinta buku dan menciptakan komunitas sastra yang dinamis di TikTok dan Instagram, hal ini membantu memerangi penurunan minat baca di kalangan anak muda. Video-video viral yang penuh dengan emosi dan rekomendasi spontan ini menawarkan sebuah model baru dalam dunia kritik sastra, yakni menjadi sebuah bidang yang kini lebih mudah diakses dan diikuti oleh berbagai kalangan.

Namun, meskipun #BookTok tampaknya menjadi pendorong dalam meningkatkan minat baca dan secara positif memengaruhi angka penjualan buku, penting untuk tetap waspada terhadap komodifikasi–proses mengubah sesuatu, seperti ide, budaya, atau pengalaman, menjadi barang yang bisa diperjualbelikan–dan kedangkalan konten tertentu. Masa depan kritik sastra tidak terletak pada pilihan antara tradisi dan modernitas, tetapi dalam menemukan keseimbangan yang tepat, yaitu ketika teknologi digital mampu memperkaya dan bukannya memiskinkan pengalaman membaca setiap orang. 

Menghadapi transformasi ini, para pemain di dunia sastra–penerbit, pustakawan, guru, dan kritikus–perlu bekerja sama dengan para influencer baru untuk membangun jembatan antara tradisi kritis dan inovasi digital. Dengan cara ini, #BookTok dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendamaikan generasi muda digital dengan kesenangan membaca, sambil tetap melestarikan analisis sastra yang sebenarnya.


Referensi
  • Dos Santos, I. (2023). #BookTok : vers un renouvellement de la prescription littéraire. [Mémoire de Master, CELSA – Sorbonne Université]. HAL. https://dumas.ccsd.cnrs.fr/dumas-04429407  
  • Asplund, S. B., Ljung Egeland, B., & Olin-Scheller, C. (2024). Sharing is caring: young people’s narratives about BookTok and volitional reading. Language and Education, 38(4), 635–651. https://doi.org/10.1080/09500782.2024.2324947 
  • Kulkarni, S. (2024). Getting a feel for BookTok: Understanding affect on TikTok's bookish subculture. In J. Dera, & R. van Steensel (Eds.), Lezen in Beweging: Ontwikkelingen in leesbevordering, lees- en literatuuronderwijs, digitaal lezen en toetsing (pp. 75-86). (Stichting Lezen Reeks). Eburon.

Pada era digital saat ini yang ditandai dengan melimpahnya informasi di Internet, peran guru mengalami transformasi yang signifikan. Dua fen...

Pada era digital saat ini yang ditandai dengan melimpahnya informasi di Internet, peran guru mengalami transformasi yang signifikan. Dua fenomena yang mencuat adalah munculnya "guru badut" dan pentingnya kehadiran guru di media sosial (medsos), seperti di Instagram, TikTok, YouTube, dll. 


Guru badut

Meminjam sebutan yang dipakai Iman Zanatul Haeri dalam artikelnya di Kompas (28 Desember 2024), “Guru badut” merupakan istilah kritikan terhadap fenomena bahwa keceriaan dalam konten pembelajaran yang diunggah guru melalui akun medsos, menjadi sekadar reka adegan. Mirisnya, hal ini dikerjakan demi tuntutan administrasi guru semata, bukan sebagai metode pedagogis yang efektif untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Alhasil, kegiatan ini dianggap telah mengorbankan substansi pendidikan yang mereduksi peran guru dengan menjadikannya sebagai sosok penghibur–layaknya badut.


Tulisan opini saya ini hendak menyoroti tantangan yang dihadapi guru sebagai pendidik dalam menyesuaikan dirinya di tengah perkembangan medsos yang pesat dan perubahan perilaku siswa yang dinamis pada waktu yang bersamaan. Pendekatan yang terlalu berfokus pada hiburan tanpa substansi dapat merugikan proses pembelajaran, sementara mengabaikan medsos dapat membuat guru tertinggal dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pendidikan. 



Dua Peran Utama Guru di Media Sosial 

Terlepas dari sisi “guru badut” yang mengharuskan para pendidik untuk juga membagikan kegiatannya di jagat maya dengan tagar #MerdekaBelajar, di sisi lain, sebenarnya kehadiran para guru di berbagai jejaring sosial saat ini memang dianggap krusial dalam konteks pendidikan modern. Tak hanya tempat untuk berjoget di depan kamera, para guru dapat memandang medsos sebagai sebuah ruang kreativitas yang baru. 


1) Guru sebagai Verifikator Informasi

Saat ini, kebanyakan siswa terdaftar dan menggunakan medsos secara aktif bahkan pada usia mereka yang berada di bawah ketentuan yang direkomendasikan, yakni setidaknya 13 tahun. Mereka juga cenderung mencari informasi melalui medsos dibandingkan dengan generasi sebelum mereka–yang lebih tua termasuk guru, yang melakukannya melalui mesin pencari seperti Google Search maupun Bing.


Dalam hal ini, terdapat satu titik yang menjadi perhatian khusus bagi pendidik yakni terkait pemilihan sumber rujukan pengetahuan yang dilakukan siswa di medsos. Pada dasarnya, Internet menawarkan akses tak terbatas ke berbagai rujukan. Sekarang, siapa pun dapat membagikan dan mempublikasikan informasi secara bebas dalam berbagai bentuk media apa pun sesuai yang dikehendakinya. Artinya, tidak semua informasi yang tersedia di medsos memiliki kualitas yang dapat diandalkan. Maka, penting bagi pengguna Internet (guru dan siswa) untuk memastikan sumber informasi yang diperolehnya berasal dari institusi atau individu yang memiliki kewenangan di bidangnya. Terkadang juga terdapat adanya kepentingan tertentu yang tersirat dalam sebuah informasi. Hal tersebut berpotensi memengaruhi objektivitas informasi. 


Sementara itu, siswa–dengan keterbatasan pengalaman dan keterampilan literasi digital, rentan terhadap misinformasi dan sumber yang tidak kredibel. Di sinilah peran guru sebagai filter informasi menjadi vital. 


Jika diperlukan, guru dapat melakukan koreksi terhadap informasi yang tidak akurat. Dengan berpartisipasi aktif di platform digital–seperti halnya para siswa, guru bisa mendampingi mereka dalam kegiatan pembelajaran melalui dunia maya, melakukan klarifikasi atas informasi yang keliru, serta memberikan sumber belajar yang valid. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi di kelas, tetapi juga sebagai penuntun yang membantu siswa berselancar di lautan informasi, memastikan bahwa sumber yang digunakan relevan, akurat, dan koheren dengan tujuan pembelajaran. Sebagai verifikator, guru bertanggung jawab untuk memeriksa keabsahan dan kredibilitas sumber informasi sebelum merekomendasikannya kepada pemelajar. 


Dengan melakukan verifikasi tersebut, guru juga membantu siswa dalam hal mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan mereka untuk membedakan informasi yang valid dan yang menyesatkan (hoaks). Pada dasarnya, ini merupakan dua kompetensi wajib yang menjadi bekal dasar bagi para siswa dalam menghadapi era tanpa batas saat ini atau di masa yang akan datang.  


2) Guru sebagai Pembuat Konten

Selain memverifikasi, peran utama guru adalah sebagai pembuat konten pembelajaran. Dalam hal ini, guru harus mampu menyusun dan menyajikan informasi yang akan dijadikan sebagai salah satu rujukan pengetahuan siswa, dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemelajarnya. Guru perlu juga memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya informatif tetapi juga disajikan dalam upaya memfasilitasi daya tangkap (pemahaman) dan daya ingat siswa. 


Untuk itu, guru perlu melakukan penyederhanaan informasi yang hendak disampaikannya di medsos tanpa mengorbankan esensi materi dan tetap berpegang pada kurikulum. Dalam rangka menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa, guru-bisa bekerja sama dengan praktisi multimedia di sekolah, dapat menggabungkan berbagai bentuk media, seperti teks, gambar, audio, dan video.  


Perkembangan fitur medsos sebenarnya telah memungkinkan para guru untuk berbagi pengalaman, metode pengajaran, dan materi edukatif dengan rekan sejawat maupun dengan para siswa. Hal ini dapat meningkatkan kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan.


Baca juga: Tak hanya siswa, guru pun perlu aktif di media sosial. Mengapa?


Literasi Digital dan Tantangan Implementasi

Untuk menjalankan kedua peran tersebut–sebagai verifikator informasi sekaligus sebagai pembuat konten, guru perlu memiliki literasi digital yang mumpuni. Literasi digital mencakup kemampuannya untuk menggunakan teknologi secara efektif dan memahami etika digital. Guru berperan penting dalam meningkatkan literasi digital siswa. Hal ini sejalan dengan peran guru sebagai navigator yang selayaknya mengarahkan siswa pada penggunaan teknologi digital–termasuk penggunaan medsos, yang lebih bermakna dan bertujuan. 


Namun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi kedua peran utama guru di medsos tersebut, seperti keterbatasan waktu karena jadwal yang padat, akses yang tidak memadai terhadap sumber daya untuk verifikasi informasi, dan perkembangan teknologi yang pesat yang menuntut guru untuk terus memperbarui keterampilan dan pengetahuan mereka dalam literasi digital. Untuk mengatasi tantangan ini, tentunya diperlukan dukungan dari institusi pendidikan dalam bentuk pelatihan literasi digital bagi guru, penyediaan sumber daya yang memadai, dan pengaturan beban kerja yang memungkinkan guru untuk menjalankan peran mereka dengan optimal.


Pada akhirnya, kehadiran guru di medsos juga menuntut mereka untuk selalu bersikap bijak dan profesional saat berinteraksi, menjaga etika, dan memastikan bahwa konten yang dibagikan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan. 


Transformasi peran guru dalam era digital menuntut keseimbangan antara adaptasi teknologi dan pemeliharaan esensi pendidikan. Fenomena "guru badut" dan kehadiran guru di media sosial merupakan refleksi dari tantangan yang dihadapi pendidik saat ini. Dengan pendekatan yang bijak dan profesional, saya yakin guru dapat memanfaatkan teknologi dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan substansi pembelajaran.

Gunakan format APA berikut untuk mengutip tulisan ini:
Prayoga, E. A. (2025, January 12). Dilema Guru Badut: Antara Tuntutan Administratif dan Pendidikan di Era Digital. Blog Elga Ahmad. Diakses pada [tuliskan tanggal akses], dari https://blog.elga-ahmad.com/2025/01/dilema-guru-badut-tuntutan-pendidikan-era-digital.html.


Kapsul video kini menjadi media pembelajaran yang dianggap penting penggunaannya dalam dunia pendidikan. Dirancang agar singkat, tepat sasar...

Kapsul video kini menjadi media pembelajaran yang dianggap penting penggunaannya dalam dunia pendidikan. Dirancang agar singkat, tepat sasaran, dan padat informasi, format ini memungkinkan penyampaian materi secara ringkas dan bisa menarik perhatian para pemelajar. Kapsul video adalah sebuah rangkaian audiovisual yang pendek dan terfokus, yang dapat diintegrasikan ke dalam berbagai konteks pembelajaran untuk mengilustrasikan atau memperdalam suatu konsep.


kapsul video
Foto oleh Pixabay

Selain itu, Eduscol menekankan sifat penggunaan kapsul video yang begitu fleksibel. Kapsul video memungkinkan pengajar untuk mendiversifikasi bahan ajar dengan menyajikan konten yang dinamis dan interaktif. Di era informasi yang serba cepat ini, kapsul video bisa menjadi solusi efektif untuk mentransfer pengetahuan secara ringkas dan berbobot.


Lebih jauh lagi, Frédéric Auger pada situs webnya yang khusus membahas kapsul video menunjukkan bagaimana format ini juga dapat digunakan oleh siswa untuk mempresentasikan proyek atau merangkum konsep atau materi tertentu yang kompleks. Pendekatan partisipatif ini mendorong kemandirian dan kreativitas para pemelajar dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kapsul video tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, melainkan juga sebagai sarana ekspresi dan interaksi.


Dalam konteks pedagogis, sebuah dokumen yang disusun oleh La Rochelle Université mengungkapkan berbagai manfaat yang ditawarkan oleh kapsul video ini. Dokumen tersebut menyoroti bahwa media pembelajaran ini bisa mempermudah proses mengingat, memungkinkan peninjauan ulang materi setiap waktu, dan menyesuaikannya dengan kecepatan belajar masing-masing individu (pemelajar). Selain itu, penggunaan kapsul video juga mengundang refleksi mendalam mengenai metode pengajaran, dengan menempatkan siswa sebagai pusat dari proses interaktif.


Keunggulan utama dari kapsul video adalah kemampuannya untuk menyajikan informasi secara ringkas tanpa mengurangi esensi dari materi tersebut. Dalam beberapa menit, sebuah konsep dapat diperkenalkan, sebuah fenomena dapat diilustrasikan, atau rangkaian pelajaran dapat diringkas dengan cara yang efektif. Hal ini memungkinkan para pendidik untuk memperbarui pendekatan pengajaran mereka dan menyesuaikan materinya dengan tuntutan para pemelajar yang semakin melek digital.


Selain itu, kapsul video menawarkan fleksibilitas besar, baik dalam proses pembuatannya maupun dalam distribusinya. Media ajar ini dapat digunakan di dalam kelas, diintegrasikan ke dalam blog pendidikan, ataupun dibagikan melalui media sosial untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Format ini sejalan dengan konsep pembelajaran kolaboratif dan berkelanjutan, yaitu ketika informasi dapat diakses kapan saja.


Baca juga: Tentang Podcast


Dengan kata lain, kapsul video muncul sebagai sebuah alat pembelajaran yang modern dan serbaguna, yang mampu mengubah pengalaman belajar/mengajar. Dengan menggabungkan keunggulan dalam hal ringkasan informasi, aksesibilitas, dan interaktivitas, media ajar ini mampu memperkaya praktik pengajaran serta melibatkan siswa secara lebih aktif dalam proses pembelajaran mereka. Dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini, mengadopsi alat digital semacam ini bukan hanya merupakan inovasi, tetapi juga sebuah keharusan untuk memenuhi harapan pemelajar yang mendambakan konten yang menarik dan tersusun dengan baik.


Berikut adalah beberapa sumber bacaan (dalam bahasa Prancis) terkait tema kapsul video: 

Jika kamu seorang mahasiswa,  NotebookLM adalah alat yang sangat berguna buat kamu, terutama untuk mendukung perkuliahan kamu. Dengan platf...

Jika kamu seorang mahasiswa, NotebookLM adalah alat yang sangat berguna buat kamu, terutama untuk mendukung perkuliahan kamu. Dengan platform ini, kamu bisa mengunggah artikel-artikel penelitian, mencatat, mengajukan pertanyaan, dan mengorganisir ide-ide dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). 


NotebookLM yang dikembangkan oleg Google ini berfungsi layaknya asisten riset pribadi yang dapat membantu kamu memahami informasi yang kompleks. Bayangkan, kamu bisa mengunggah semua catatan kuliah, artikel, dan sumber bacaan kamu, kemudian mengajukan pertanyaan serta mendapatkan jawaban langsung dan lengkap dengan referensi dari sumber yang kamu unggah tersebut.

NotebookLM
source: comprimido.pt

Cara Kerjanya

Cara kerja NotebookLM sangat sederhana. Kamu hanya perlu mengunggah dokumen—baik Google Documents, Slides, PDF, teks, atau bahkan salinan dari laman web—ke aplikasi ini. Setelah itu, NotebookLM akan otomatis menghasilkan “panduan sumber” yang merangkum isi dokumen kamu, dan memberikan saran terkait topik atau pertanyaan kunci untuk membantu memahami materi lebih dalam.


Keunggulan utama NotebookLM terlihat ketika kamu mulai mengajukan pertanyaan. Kamu cukup mengetik pertanyaan di kolom obrolan, dan NotebookLM akan memberikan jawaban yang hanya didasarkan pada informasi dari sumber yang kamu unggah. Lebih hebat lagi, jawaban tersebut akan disertai kutipan langsung dari bagian tertentu dokumen kamu yang mendukung jawaban tersebut.


Beberapa saran supaya kamu bisa memanfaatkan NotebookLM ini dalam berbagai situasi sebagai mahasiswa, antara lain dalam:

  1. Persiapan Ujian: Unggah catatan kuliah dan bahan bacaan kamu, lalu minta NotebookLM untuk membuat panduan belajar, kuis, atau glosarium istilah-istilah penting.
  2. Menulis Makalah atau Esai: Kumpulkan seluruh penelitian dalam satu tempat, kemudian ajukan pertanyaan untuk menemukan kutipan dan informasi yang relevan.
  3. Memahami Topik Sulit: Jika ada konsep yang membingungkan, NotebookLM bisa menjelaskan dalam istilah yang lebih sederhana sesuai dengan permintaan kamu, serta memberi contoh dari dokumen yang kamu unggah.
  4. Menghemat Waktu dan Meningkatkan Efisiensi: Ketimbang kamu menghabiskan waktu lama untuk mencari informasi dalam catatan kamu, NotebookLM bisa membantu kamu untuk menemukan apa yang diperlukan dengan lebih cepat.


Kiat Penggunaan NotebookLM secara Optimal

  • Mulailah dengan Pertanyaan Sederhana
    Saat baru mulai menggunakan NotebookLM, ajukan pertanyaan sederhana dan langsung.
  • Eksplorasi Jenis Pertanyaan yang Beragam
    Jangan hanya mengajukan pertanyaan faktual. NotebookLM juga bisa menjawab pertanyaan yang lebih luas dan konseptual.
  • Manfaatkan Fitur Catatan
    Buat catatan selama bekerja untuk menangkap ide atau informasi penting.
  • Atur Buku Catatan
    Pisahkan buku catatan untuk setiap mata kuliah atau proyek agar lebih rapi dan terorganisir.


NotebookLM adalah alat yang canggih yang bisa mengubah cara mahasiswa belajar. Berkat dukungan teknologi AI yang mampu membantu mengelola informasi, kamu bisa fokus pada hal yang lebih penting, yakni menguasai materi kuliah dan memiliki prestasi akademik.


Pagi ini, saya berkesempatan untuk memberikan sesi pengajaran tentang budaya Indonesia di salah satu sekolah dasar atau yang disebut dengan ...


Pagi ini, saya berkesempatan untuk memberikan sesi pengajaran tentang budaya Indonesia di salah satu sekolah dasar atau yang disebut dengan istilah le degré/l'école primaire pada sistem HarmoS di Swiss. Bagi saya pribadi, ini adalah sebuah pengalaman yang kaya dan menantang. Saya memperkenalkan kepada para peserta didik yang rentang usianya dari empat hingga lima tahun di Sekolah Jean-Jacques Rousseau di Fleurier (Neuchâtel) beberapa aspek geografi, sejarah, bahasa, dan tradisi khas Nusantara. Siswa-siswi cilik ini menunjukkan keingintahuan mereka dan memberikan penuh perhatian pada saat saya menerangkan materi di depan kelas. Mereka juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menarik serta turut ikut serta dalam kegiatan yang saya tawarkan. Saya sangat menikmati momen berharga ini.



Terkadang, stres atau rasa tegang datang menghampiri ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita berbicara di depan umum, seperti...


Terkadang, stres atau rasa tegang datang menghampiri ketika dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita berbicara di depan umum, seperti halnya pada saat memandu sebuah acara, berpidato, mengajar di kelas, ujian sidang skripsi atau orasi ilmiah lainnya, dsb. Stres pada prinsipnya merupakan sebuah bentuk reaksi yang dirasakan seseorang dan juga makhluk hidup lainnya, secara alami yang disebabkan oleh faktor tekanan yang berasal dari dalam maupun dari luar individu tersebut.

 

Dalam kaitannya dengan keterampilan berbicara di hadapan publik (public speaking), faktor internal yang dapat memicu stres yang dalam hal ini juga sering disebut demam panggung, yakni misalnya pengalaman seseorang sebelumnya, persepsi diri, wawasan, tingkat pendidikan, dsb. Sedangkan faktor eksternal pemicu ketegangan bisa ditimbulkan dari tempat, waktu, suasana, profil dan jumlah hadirin/penonton, dsb. 


Berikut ini adalah enam kiat dasar untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan sebelum kegiatan berbicara di depan khalayak:

  • (1) Persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dan latihlah presentasi kamu sesering mungkin. Kamu bisa punya lebih banyak waktu untuk memilah bahan-bahan presentasi kamu, termasuk penyusunan redaksi maupun material yang dibutuhkan. Selain itu, kamu juga tentunya punya lebih banyak kesempatan untuk berlatih. 
  • (2) Latih juga pernapasan kamu. Jangan sampai kamu lupa bernapas ketika sendang berbicara. Sebaiknya, kamu perlu sering berlatih pernapasan perut. Caranya: tarik napas secara perlahan dari hidung dan masukkan ke bagian perut kamu. Lalu, hembuskan dengan mulut. Layaknya bayi, teknik ini benar jika perut kamu naik/menggembung saat menarik napas. Terakhir, keluarkan udara tadi melalui mulut pelan-pelan. 
  • (3) Coba visualisasikan kegiatan presentasi kamu secara lebih nyata. Kamu bisa berimajinasi tengah berada di lokasi pada hari-h pada saat kamu berbicara. Bayangkan juga bahwa presentasi kamu adalah sebuah penyajian lisan yang berhasil menarik perhatian orang-orang di sana. Tetaplah berpikir secara positif.
  • (4) Fokuskan pada pesan yang hendak kamu sampaikan ketimbang pada performa kamu. Penampilan, termasuk misalnya pemilihan baju yang hendak dikenakan (penampilan fisik), memang juga penting. Namun, itu sebenarnya bisa kamu siapkan belakangan.
  • (5) Hindari kafein dan makanan berlemak menjelang waktu presentasi lisan. Kafein disinyalir menjadi stimulan yang dapat menyebabkan kegugupan dan kegelisahan. Kafein juga dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menyebabkan mulut dan tenggorokan kering, terutama ketika kamu berbicara. Sedangkan makanan berlemak dapat membuat kamu merasa lesu dan cepat lelah. Sebaiknya, hindari juga makan berat tepat sebelum presentasi. Jika kamu merasa sangat lapar, makanlah makanan ringan, tinggi protein, dan rendah lemak untuk meningkatkan energi. 
  • (6) Jangan lupa bahwa orang-orang datang memang untuk menyimak pemaparan kamu. Kamu juga perlu menyadari bahwa stres itu adalah suatu perasaan yang wajar muncul pada diri seseorang, termasuk kamu yang hendak berbicara di depan mereka. 

Demikian enam trik yang bisa kamu coba lakukan. Semoga berhasil!🤞



Terkahir, jika kamu merasa artikel ini berguna, jangan sungkan traktir saya kopi di sini! 🍵😉

Saya akan bergabung dengan Deall Career Mentoring Festival (DCMF) 2022 sebagai Super Mentor - bersama dengan 6 Tokoh Nasional, 120-an Pendir...


Saya akan bergabung dengan Deall Career Mentoring Festival (DCMF) 2022 sebagai Super Mentor - bersama dengan 6 Tokoh Nasional, 120-an Pendiri & C-Level, dan 900-an Pakar Industri Terkemuka dari berbagai unicorn terkenal di dunia, startup yang sedang naik daun, perusahaan konsultan, FMCG multinasional, perusahaan perbankan, pemerintah, maupun instansi nirlaba.

Acara ini memungkinkan saya terhubung dengan seorang kandidat melalui kegiatan mentoring 1-on-1 untuk berbagi tentang kehidupan dan karier. Saya merasa terhormat bisa berbagi pengalaman & pelajaran yang saya dapatkan, dengan harapan dapat melengkapi perjalanan profesional pihak yang saya mentori tersebut. Dari mentorship ini, saya berharap kami bisa berkolaborasi dalam suatu proyek bersama di masa yang akan datang. 

dcmf 2022

Daftar sekarang GRATIS ➡ usedeall.com/dcmf22

DCMF 2022 dipersembahkan oleh @Deall Jobs (YC W22), Indonesia's #1 Career Hub. DCMF bertujuan untuk menghubungkan 1.026 profesional (mentee), masing-masing dengan Super Mentor dalam Mentoring 1-on-1 untuk berbagi wawasan dan berdiskusi tentang kehidupan/karir bersama dengan Networking Gala Dinner (offline) pada bulan November 2022 ini (waktu mentoring spesifik berdasarkan kesepakatan mentor dan mentee).

Diselenggarakan oleh 2Cr2D, saya berkesempatan mengikuti kembali kegiatan kuliah musim panas doktoral dari tanggal 26 Juni s.d. 1 Juli 2...

Diselenggarakan oleh 2Cr2D, saya berkesempatan mengikuti kembali kegiatan kuliah musim panas doktoral dari tanggal 26 Juni s.d. 1 Juli 2022 di Château-d'Œx (di Swiss). Dalam edisi kali ini, kami berdiskusi mengenai tema-tema yang diperlukan para peneliti seperti: metodologi penelitian, kerangka teori, dan penulisan ilmiah. Adapun kegiatan tersebut setara dengan 20 jam pelatihan. 


Diundang oleh Literasi Komunikasi, saya berkesempatan untuk berbagi dengan para pendengar komunitas tentang pengalaman profesional dan priba...

Diundang oleh Literasi Komunikasi, saya berkesempatan untuk berbagi dengan para pendengar komunitas tentang pengalaman profesional dan pribadi saya selama studi di Prancis dan di Swiss. Dipandu oleh Bapak Raja Napitupulu, seorang jurnalis dari Media Anugerah Indonesia, wawancara santai ini dilakukan secara daring melalui Zoom dan kemudian ditayangkan di saluran YouTube-nya pada Januari 2022.  

Klik pada tautan ini atau pada gambar berikut untuk menonton videonya. 




Diikuti oleh 36 guru dan dosen bahasa Prancis (undangan) dari berbagai kota di Indonesia, saya berkesempatan berbagi pengetahuan dan keteram...

Diikuti oleh 36 guru dan dosen bahasa Prancis (undangan) dari berbagai kota di Indonesia, saya berkesempatan berbagi pengetahuan dan keterampilan terkait penggunaan dokumen autentik dalam pembelajaran bahasa Prancis. Aktivitas dilaksanakan dalam bentuk kegiatan lokakarya (atelier) pada 29 Desember 2020. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom oleh Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia (PPPSI/APFI) cabang Jawa Barat. Klik pada gambar untuk informasi. 



  Pada 27 Oktober 2020, saya diundang oleh SMPI Tugasku, Jakarta (Indonesia) untuk mengisi satu sesi dalam konferensi yang mereka selenggara...

 

Sumpah Pemuda Sekolah Islam Tugasku

Pada 27 Oktober 2020, saya diundang oleh SMPI Tugasku, Jakarta (Indonesia) untuk mengisi satu sesi dalam konferensi yang mereka selenggarakan secara maya melalui aplikasi Zoom. Tujuan utamanya adalah untuk memberi semangat kepada para generasi muda agar tetap menggunakan bahasa Indonesia di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, tidak menggunakan bahasa Inggris tetapi tanpa melupakan bahasa ibu /daerah mereka masing-masing. Bahasa Indonesia memang menjadi satu-satunya bahasa resmi di negara tersebut, yang telah ditentukan tepatnya pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. 

Baca artikel selengkapnya tentang kegiatan yang dimaksud pada tautan ini (laman resmi sekolah).   

Pada 5 Desember 2020, saya mengisi sebuah sesi dalam webinar yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Neger...

Pada 5 Desember 2020, saya mengisi sebuah sesi dalam webinar yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bertajuk Sedaring Internasional. 

[Info lengkap tentang acara ini: Klik di sini.]

Seminar BIPA UNESA

Pada Sabtu 4 Juli 2020 lalu, saya diundang oleh Program Studi Bahasa Prancis  STBA-ABA Yapari  untuk sebuah sesi di Instagram Live. Saya ber...

ngobrol santai STBA Yapari

Pada Sabtu 4 Juli 2020 lalu, saya diundang oleh Program Studi Bahasa Prancis STBA-ABA Yapari untuk sebuah sesi di Instagram Live. Saya berkesempatan membagikan pengalaman profesional, linguistik, dan juga budaya yang saya dapat hingga saat ini terutama selama tinggal di negara berbahasa nasional Prancis, yakni di Prancis dan di Swiss. Obrolan santai ini dipandu oleh Silvi Wahyudi yang juga adalah dosen bahasa Prancis di lembaga tersebut. Klik tautan ini untuk melihat rekaman videonya!

Pour cette Journée doctorale pour les langues étrangères organisée à Lausanne (en Suisse) le 6 février 2020 dernier par le Centre Romand de ...

Pour cette Journée doctorale pour les langues étrangères organisée à Lausanne (en Suisse) le 6 février 2020 dernier par le Centre Romand de Didactique Disciplinaire (le 2Cr2D), j'ai eu l'occasion de présenter mon projet de thèse qui portait sur le thème de l'enseignement de la grammaire française destiné aux étudiants indonésiens. La discussion m'a en effet apporté beaucoup de retours positifs ainsi que des critiques bien constructives de la part des spécialistes et des collègues doctorants venant de différentes universités en Suisse romande.


Cliquer sur le lien pour voir le programme complet et les supports de présentation des participants.

Journée doctorale pour les langues étrangères
Photo par 2Cr2D 

Sarasehan Doktor Kajian Bahasa Asing
Saya mempresentasikan penelitian saya dalam kesempatan Journée doctorale pour les langues étrangères yang diselenggarakan di kampus HEV di kota Lausanne (Swiss) pada 6 Februari 2020 lalu.

Saya menghadiri acara  Journée internationale des professeurs de français (JIPF)  atau Hari Internasional Pengajar Bahasa Prancis yang disel...

Saya menghadiri acara Journée internationale des professeurs de français (JIPF) atau Hari Internasional Pengajar Bahasa Prancis yang diselenggarakan pertama kali pada tahun ini di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kegiatan ini diorganisir oleh Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis seluruh Indonesia (PPPSI) dan Institut Français d'Indonésie (IFI) pada 28 November 2019 silam di kota Bandung. 


photo par Tri Indri Hardini
   

Diakreditasi oleh Fédération internationale des professeurs de français (FIPF), kegiatan tahunan bertajuk Colloque international convivial I...

Diakreditasi oleh Fédération internationale des professeurs de français (FIPF), kegiatan tahunan bertajuk Colloque international convivial III edisi 2019 diadakan selama tiga hari berturut-turut dari 15 s.d. 18 Agustus di kota Banska Stiavnica (Slovakia). Pada kesempatan tersebut, saya berbicara dan mengetengahkan tema diskusi kepada forum tentang pengajaran gramatika bahasa Prancis di Indonesia dalam Sesi A: Français langue mondiale : didactique / linguistique / littérature / culture / philosophie : méthodes et recherche.

Baca selengkapnya di blog.elga-ahmad.com

Kemajuan teknologi web yang sangat pesat hingga pada versi HTML-5 saat ini telah mampu menyajikan kepada para penggunanaya laman-laman web...

Kemajuan teknologi web yang sangat pesat hingga pada versi HTML-5 saat ini telah mampu menyajikan kepada para penggunanaya laman-laman web yang lebih dinamis dan interaktif dibandingan dengan pada masa awal kemunculannya. Situs web kini tak lagi hanya sebatas menampilkan informasi berupa teks, foto, audio, maupun video satu arah. Namun sebaliknya, pengguna dapat menambahkan informasi baru atau melakukan modifikasi pada konten yang ditampilkan. Bahkan, beberapa situs web memiliki kemampuan layaknya sebuah sistem operasi tertentu yang dapat dipasang aplikasi di dalamnya. 

Pada saat yang bersamaan, hal ini pulalah yang mendorong berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran di lingkungan-lingkungan pendidikan di seluruh dunia. Berkat Internet, pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui tatap muka langsung secara fisik antara guru dan murid di ruang kelas. Kegiatan belajar-mengajar dimungkinkan dilaksanakan dalam jarak dan waktu yang terpisah. Istilah pembelajaran elektronik (e-learning) memang sudah muncul terutama sejak lahirnya jaringan komputer yang dikenal dengan sebutan Internet.

Ilustrasi oleh: Fotolia

Metode e-learning sekarang sudah jauh berbeda dan jauh lebih baik. Jika sebelumnya kegiatan e-learning yang diselenggarakan sebuah lembaga pendidikan khusus ditujukan secara terbatas bagi peserta didiknya saja, saat ini justru banyak institusi pendidikan yang menawarkan e-learning secara terbuka bagi semua orang-jumlah dan kategori pesertanya tidak dibatasi, dan bahkan beberapa kursus atau kuliahnya ditawarkan secara gratis. Konsep inilah yang didefiniskan dalam istilah MOOC atau Massive Open Online Course (Kursus/Kuliah Daring Terbuka Massal).  

Pada prinsipnya, saat ini ilmu pengetahuan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa batasan waktu, tempat, dan biaya berkat Internet dan perangkat yang terhubung dengannya. Pada sistem pembelajaran jarak jauh dengan MOOC, perkuliahan atau kursus pada umumnya diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu. Materi diberikan dalam bentuk modul teks maupun multimedia (audio-video). Kegiatan perkuliahan diakhiri dengan sebuah tahapan evaluasi. Beberapa institusi membebaskan biaya untuk kegiatan evaluasi tersebut kepada para peserta didiknya. Namun, mereka mungkin akan meminta bayaran jika (maha)siswa hendak menebus sertifikat yang mencantumkan hasil evaluasi ini. 

Metode MOOC mulai menjadi tren sejak sekitar tahun 2014 silam, terutama ketika Globalizing OpenupEd Project (OpenupEd) diluncurkan pertama kali pada kesempatan konferensi The Asian Association of Open Universities (AAOU, Asosiasi Universitas Terbuka seluruh Asia) yang merupakan organisasi nirlaba pendidikan tinggi di Asia yang berfokus pada pendidikan jarak jauh. OpenupEd sendiri bertujuan untuk mendorong banyak perguruan tinggi di kawasan Asia agar bisa menawarkan perkuliahan mereka secara full open licenses (OERs) melalui MOOC. [rujukan]

Sementara itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) menyebut istilah MOOC dengan nama lain SPADA Indonesia, yaitu Sistem Pembelajaran Daring Indonesia. Platform ini dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi di Tanah Air seperti kapasitas perguruan tinggi (PT) yang terbatas; keterjangkauan PT yang rendah dikarenakan sebaran yang kurang merata; masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, perguruan tinggi bermutu lebih banyak masih terkonsentrasi di pulau Jawa; masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu; dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu. [rujukan]

cool man
Ilustrasi oleh: depositphotos

Bagi saya pribadi, tentu saja MOOC ini luar biasa menarik dan menguntungkan! 

Semua orang kini berhak atas akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Apalagi banyak kampus-kampus ternama dunia yang menawarkan kegiatan kuliah via MOOC. Sebut saja: Harvard, Stanford University, California Institute of Technology (Caltech), The University of Edinburg, dll. Banyak institusi non universitas yang pula mengadakan perkuliahan melalui MOOC, seperti National Geographic, The Museum of Modern Art, The World Bank, dll. Dengan kata lain, kita bisa mempelajari ilmu pengetahuan dalam bidang apa saja yang kita minati dan perlukan; eksakta, ilmu pengetahuan alam, humaniora (sosial-budaya, seni, bahasa, dst.), hukum, hingga kiat-kiat tentang pengembangan diri (personal development).

Apabila kamu tertarik untuk mengikuti kuliah maupun kursus dalam platform MOOC, berikut ini saya referensikan beberapa situs web rujukan. Klik pada nama untuk membuka tautan dan menuju ke situs web yang disebutkan.

Coursera ialah salah satu pelopor penyedia pembelajaran berbasis MOOC dan merupakan situs web yang paling sering diakses dan paling populer.

Banyak kampus ternama kelas dunia tergabung di situs web ini dalam penyelenggaraan perkuliahan via MOOC; The University of Queensland di Australia hingga Sorbonne Université di Prancis.  
Mungkin penamaannya terinspirasi situs web edX. Di negeri sendiri, kita punya IndonesiaX. IndonesiaX menjamin bahwa perkuliahan yang diberikan berasal dari universitas peringkat tertinggi serta dari perusahaan terbaik di Indonesia. Wishnutama pernah memberikan kuliahnya di situs web ini.  

SPADA Indonesia
Platform MOOC yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti. Banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta nasional yang menawarkan perkuliahan di sini.

INALCO
Sebagai institut bahasa dan budaya oriental satu-satunya yang berada di Paris (Prancis), INALCO menawarkan melalui MOOC pembelajaran bahasa Arab, Cina, Ceko, ...hingga bahasa Indonesia dan Melayu. Lihat ketersediaanya di situs web yang dimaksud.      

Portal MOOC:
Bila kamu memerlukan lebih banyak lagi referensi tentang lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai belahan dunia yang memberikan kuliah melalui MOOC, saya sarankan kamu untuk mengunjungi situs portal berikut ini: MOOC-List, My-MOOC, atau MOOC-Francophone yang khusus memuat daftar perkuliahan dengan pengantar bahasa Prancis. 

Terkahir, jika kamu merasa artikel ini berguna, jangan sungkan traktir saya kopi di sini! 🍵😉





Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi ke...



Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi kepingan CD album dari musisi dan penyanyi favorit mereka. Uber menggantikan secara perlahan layanan taksi konvensional. Memang, revolusi industri generasi keempat (4.0) telah mendorong terciptanya model-model bisnis yang baru di seluruh dunia, seperti disebutkan dalam dua contoh di atas. Pada prinsipnya, Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of things, yaitu menginternetkan segala sesuatu dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kumpulan esai ini merupakan cerminan dari keresahan kami–para penulis yang sekaligus juga sebagai dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dalam bidang bahasa asing pada institusi-institusi berbeda yang tersebar di beberapa kota di Tanah Air, terhadap isu pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 khususnya di Indonesia. Adapun cakupan pembelajaran bahasa asing yang dibahas dalam buku ini yakni bahasa Prancis, Jerman, Mandarin, Jepang, dan bahasa Inggris.

Apa saja tantangan yang dihadapi oleh para pelaku utama dalam pembelajaran bahasa asing di era Revolusi Industri 4.0? Bagaimana menghadapi dan menerima tantangan-tantangannya?

Para Penulis: Elga Ahmad Prayoga, Irma Nurul Husnal Chotimah, Karguna Purnama Harya,  Dewi Kartika Ardiyani, Diah Ayu Wulan, R. Januar Radhiya, dan Jaja Fatmaja

Informasi Buku: 
  • Jumlah halaman 176 termasuk sampul
  • Dimensi:  14.8 x 20,8 x 1,0 cm 
  • Dicetak pada kertas jenis book paper 
  • Dijilid dan disampul dengan menggunakan soft cover
  • Penerbit: Tulus Pustaka
  • Tempat Terbit: Cimahi (Jawa Barat)
  • Tanggal Terbit: Akhir November 2018
  • ISBN: 978-602-53514-0-2

Promosi dan Pemesanan di Awal: Untuk pemesanan buku di muka (sebelum rilis), klik pada tautan ini. Dapatkan harga khusus s.d. 3 Desember 2018. Jika tautan di atas tidak berfungsi, kemungkinan buku sudah tidak tersedia untuk dipesan.



***
Untuk menemukan artikel dengan tema tertentu, gunakan kolom pencarian cepat di bawah ini:

Invité par SEAMEO QITEP Language de Jakarta, j'ai donné une formation sur la compilation des fiches pédagogiques aux professeurs de lang...

Invité par SEAMEO QITEP Language de Jakarta, j'ai donné une formation sur la compilation des fiches pédagogiques aux professeurs de langue à Malang.  

Cliquez sur l'image pour lire l'article ou sur ce lien pour trouver la lettre d'information intégrale. La publication est en anglais.    

SEAQIL on the Stage (Malang)
Source: 
SEAQIL News (2/II/July-December 2015)
SEAMEO QITEP Language