Elga-Ahmad

Blog pribadi. Seorang pencinta bahasa & kopi hitam ☕
#Didactique #FLE #BIPA #Interculturel #Grammaire

Tampilkan postingan dengan label Rekomendasi Buku. Tampilkan semua postingan

Hidup di era kolonialisme bagi para wanita dianggap sudah setara seperti hidup di neraka. Terutama bagi para wanita berparas cantik yang men...

Hidup di era kolonialisme bagi para wanita dianggap sudah setara seperti hidup di neraka. Terutama bagi para wanita berparas cantik yang menjadi incaran tentara penjajah untuk melampiaskan hasrat mereka. Itu lah takdir miris yang dilalui Dewi Ayu, demi menyelamatkan hidupnya sendiri Dewi harus menerima paksaan menjadi pelacur bagi tentara Belanda dan Jepang selama masa kedudukan mereka di Indonesia.

Dapatkan bukunya secara online di Gramedia.

Sumber: Gramedia

Kecantikan Dewi tidak hanya terkenal dikalangan para penjajah saja, seluruh desa pun mengakui pesona parasnya itu. Namun bagi Dewi, kecantikannya ini seperti kutukan, kutukan yang membuat hidupnya sengsara, dan kutukan yang mengancam takdir keempat anak perempuannya yang ikut mewarisi genetik cantiknya.

Tapi tidak dengan satu anak terakhir Dewi, si Cantik, yang lahir dengan kondisi buruk rupa. Tak lama setelah mendatangkan Cantik ke dunia, Dewi harus berpulang. Tapi di satu sore, dua puluh satu tahun kemudian, Dewi kembali, bangkit dari kuburannya. Kebangkitannya menguak kutukan dan tragedi keluarga.

Bagaimana takdir yang akan menghampiri si Cantik? Apa yang membuat Dewi harus kembali ke dunia bak neraka ini? Ungkap rahasia dibalik misteri kisah masa kolonial dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan.

Informasi Lain:
Sampul: Soft Cover
Genre: Novel, Romansa, Supernatural, Misteri, Kolonial, Sejarah.
Usia: Dewasa (17+)

Rincian
Penulis: Eka Kurniawan
Jumlah Halaman: 489
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: 14 x 21 cm
Tanggal Terbit: 30 Januari 2015
Berat: 0.30 kg
ISBN: 9786020312583

Klik Gramedia untuk melakukan pembelian buku ini.

Ketika menyambut pasien yang sedang berduka, seorang psikiater akan menggali keilmuan yang dimiliki. Dia akan mengulik semua teori duka yang...

Ketika menyambut pasien yang sedang berduka, seorang psikiater akan menggali keilmuan yang dimiliki. Dia akan mengulik semua teori duka yang pernah dipelajari di masa kuliah dulu dan mengingat pengalaman dari pasien-pasien sebelumnya. Kemudian, dia menyintesis itu untuk membantu si pasien yang sedang berduka di hadapannya. Tapi, ketika Andreas—seorang psikiater—kehilangan anaknya, dia melakukan hal yang berbeda. Dia melemparkan semua teori tersebut ke luar jendela dan memutuskan untuk mencari makna tentang mengapa ini semua terjadi. Dalam pengalamannya, dia menemukan bahwa duka bisa dilalui dengan mencuci piring kotor yang menumpuk di dapur.

Klik Gramedia untuk membeli buku ini.

Sumber: Gramedia

Buku ini adalah proses Andreas memaknai kehilangan besar dalam hidupnya. Diceritakan santai dengan tambahan sedikit bumbu humor gelap, buku ini memuat panduan bermanfaat yang langsung bisa diaplikasikan dalam hidup, seperti: “Tutorial Mencuci Piring”, “Tutorial Menyusun Puzzle”, dan tentunya “Tutorial Menerima Kematian Seorang Anak”. “Hampir semua orang mempertanyakan: apa hubungannya antara duka dan mencuci piring? Jawaban saya adalah duka itu seperti mencuci piring, tidak ada orang yang mau melakukannya, tapi pada akhirnya seseorang perlu melakukannya.”

Selling Point:
ditulis psikiater, membahas kedukaan melalui story telling yang mudah dipahami

Profil Penulis:
dr. Andreas Kurniawan, SP.KJ adalah seorang psikiater lulusan Universitas Indonesia yang di media sosial dikenal sebagai "psikiater yang suka bercanda. Pengalaman kehilangan ayah dan anaknya membuat dr. Andreas menyelami psikoterapi untuk kedukaan dan kehilangan. Buku ini adalah sebuah renungan yang menjadi caranya untuk memaknai kehilangan.

Buku ini dapat dipesan di Gramedia.

Tan Malaka adalah salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang namanya melegenda dan dikenal luas. Ia diakui sebagai Pahlawan Nasi...

Tan Malaka adalah salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang namanya melegenda dan dikenal luas. Ia diakui sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963. Sepanjang hidupnya, Tan Malaka menentang ketidakadilan dan kolonialisme, yang membuatnya menjadi buronan Belanda. Ia menghabiskan hampir setengah hidupnya dalam pelarian, berpindah-pindah, dan menggunakan berbagai nama samaran untuk menghindari penangkapan. Buku ini mengungkap kecerdasan dan kegigihan Tan Malaka dalam melawan kolonialisme. 

Dapatkan bukunya di Gramedia Online.

Sumber: Gramedia

Sinopsis
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya “Bapak Republik Indonesia”. Sukarno menyebutkannya “seorang yang mahir dalam revolusi”. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.
Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Soekarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat nama-salah satunya Tan Malaka-apabila Bung Karno dan Bung Hatta mati atau ditangkap. “...jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusioner, Tan Malaka.” Kata Sukarno. Tapi di masa pemerintahan Soekarno pula Tan dipenjara dua setengah tahun tanpa pengadilan.
Kisah Tan Malaka adalah satu dari empat cerita tentang pendiri republik: Sukarno, Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo sepanjang 2001-2009, serial buku ini mereportase ulang kehidupan keempatnya. Mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan hingga kisah cinta dan cerita kamar tidur mereka.

Keterangan
Jumlah Halaman : 208
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tanggal Terbit : 25 Jul 2016
Berat : 0.4 kg
ISBN : 9786024241148
Lebar : 16.0 cm
Panjang : 24.0 cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft Cover

Klik Gramedia Online untuk melakukan pembelian buku ini.

Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi ke...



Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi kepingan CD album dari musisi dan penyanyi favorit mereka. Uber menggantikan secara perlahan layanan taksi konvensional. Memang, revolusi industri generasi keempat (4.0) telah mendorong terciptanya model-model bisnis yang baru di seluruh dunia, seperti disebutkan dalam dua contoh di atas. Pada prinsipnya, Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of things, yaitu menginternetkan segala sesuatu dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kumpulan esai ini merupakan cerminan dari keresahan kami–para penulis yang sekaligus juga sebagai dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dalam bidang bahasa asing pada institusi-institusi berbeda yang tersebar di beberapa kota di Tanah Air, terhadap isu pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 khususnya di Indonesia. Adapun cakupan pembelajaran bahasa asing yang dibahas dalam buku ini yakni bahasa Prancis, Jerman, Mandarin, Jepang, dan bahasa Inggris.

Apa saja tantangan yang dihadapi oleh para pelaku utama dalam pembelajaran bahasa asing di era Revolusi Industri 4.0? Bagaimana menghadapi dan menerima tantangan-tantangannya?

Para Penulis: Elga Ahmad Prayoga, Irma Nurul Husnal Chotimah, Karguna Purnama Harya,  Dewi Kartika Ardiyani, Diah Ayu Wulan, R. Januar Radhiya, dan Jaja Fatmaja

Informasi Buku: 
  • Jumlah halaman 176 termasuk sampul
  • Dimensi:  14.8 x 20,8 x 1,0 cm 
  • Dicetak pada kertas jenis book paper 
  • Dijilid dan disampul dengan menggunakan soft cover
  • Penerbit: Tulus Pustaka
  • Tempat Terbit: Cimahi (Jawa Barat)
  • Tanggal Terbit: Akhir November 2018
  • ISBN: 978-602-53514-0-2

Promosi dan Pemesanan di Awal: Untuk pemesanan buku di muka (sebelum rilis), klik pada tautan ini. Dapatkan harga khusus s.d. 3 Desember 2018. Jika tautan di atas tidak berfungsi, kemungkinan buku sudah tidak tersedia untuk dipesan.



***
Untuk menemukan artikel dengan tema tertentu, gunakan kolom pencarian cepat di bawah ini: