Perjalanan Paris-Toulouse yang ditempuh kurang lebih delapan jam dengan menggunakan bus, memberikan kesempatan yang cukup lama bagi saya untuk berbincang dengan seorang bapak yang duduk di jok sebelah. Sepanjang perjalanan, kami bercakap mengenai banyak hal. Apalagi kami berdua sama-sama beruntung dapat membeli tiket perjalanannya dengan tarif promo yang murah, hanya delapan euro untuk sekali jalan. Sedangkan trayek sebaliknya, Toulouse-Paris, saya peroleh dengan membayar 12 euro, masih termasuk tarif promo! 🤑
Sebenarnya bukan cerita tentang ini yang akan saya tulis di sini. Namun salah satu topik diskusi kami selain tentang Jawa dan Bali, adalah soal bahasa dan budaya Prancis. Memang, saya banyak bertanya kepada beliau terutama tentang ungkapan-ungkapan yang membuat saya tertarik mendalami bahasa Molière tersebut.
Ungkapan atau ekspresi adalah sebuah kata atau kalimat untuk mengutarakan suatu hal dengan menggunakan pengandaian tertentu. Karena perbedaan budaya, terkadang sebuah makna dalam bahasa asing diungkapkan dengan cara yang sama sekali lain. Kali ini, saya akan membahas ungkapan yang digunakan dalam bahasa Prancis untuk menyatakan keadaan lapar –ingin segera makan.
Tanpa menggunakan ungkapan, kamu bisa bilang: J’ai faim. (Saya lapar.)
Dalam budaya Indonesia, kita sering mengatakannya dengan idiom: perut yang keroncongan.
avoir faim de loup
Loup (n.m.) yang berarti serigala, memiliki posisi yang penting dalam dongeng, legenda, dan mitologi di negara-negara Eropa. Pada umumnya, binatang buas ini memiliki peran yang negatif atau jahat. Mungkin kamu masih ingat dengan cerita Tiga Babi Kecil? Maksud ungkapan ini mudah dipahami, bukan? Ketika kamu bilang, “J’ai faim de loup.”, maka dapat diartikan secara harfiah: “Saya lapar seperti serigala (yang tengah memangsa tiga babi kecil untuk segera dimakan).”
avoir la dalle
dalle (n.f.) adalah sebuah tempat terbuka di antara bangunan atau gedung, yang datar dan kosong. Kata dalle juga digunakan untuk menyatakan tidak ada apapun; kosong. Dengan konsep ini, kamu bisa ungkapkan “J’ai la dalle” ketika lapar sekali. Seolah-olah perutmu kosong sehingga perlu segera diisi makanan.
Mourir de faim
mourir (v.) berarti mati; meninggal. Ini adalah ungkapan yang paling langsung dan keras untuk menyatakan kamu tengah kelaparan, hingga hampir meninggal. Sebuah keadaan yang urgen, harus cepat-cepat menuju meja makan. Dalam ungkapan ini, seolah-olah kamu tengah meminta perhatian khusus dan moral yang baik dari lawan bicaramu, terhadap suatu krisis kelaparan –seperti yang melanda beberapa tempat di dunia, yang menyebabkan kematian massal. Maka katakan, “Je meurs de faim.”.
Ungkapan lain yang lebih formal:
Untuk mengakhiri tulisan ini, berikut adalah beberapa ungkapan lain yang sedikit lebih formal untuk menyatakan hal yang sama:
mon ventre crie famine; avoir le ventre creux; avoir une faim dévorante; être affamé
0 komentar: